Ilustrasi proyek infrastruktur. Foto : MI.
Ilustrasi proyek infrastruktur. Foto : MI.

Peluang Investasi Infrastruktur Besar, Forum Investasi Bidik Investor Global

Arif Wicaksono • 29 Juni 2022 19:12
Jakarta: Indonesia memiliki peluang investasi yang besar di sektor infrastruktur. Peluang itu karena dana dari partisipasi swasta yang masih jauh dari kebutuhan pendanaan untuk sejumlah proyek.
 
Hal ini yang coba dilakukan Indonesia Investment Forum By Sector Series dengan menggelar pertemuan di Singapura, Hong Kong, New York, dan banyak pusat investasi global lainnya. Forum ini membahas berbagai peluang investasi di Indonesia dan akan membuka dialog antara pelaku bisnis Indonesia sebagai target investasi dengan Investor Global.
 
baca juga:  Optimistis, Fitch Perkirakan Ekonomi RI Tumbuh 5,6% Tahun Ini

Founder dan Chairman Indonesia Investment Forum Christovita Wiloto menjelaskan sektor infrastruktur di Indonesia diperkirakan tumbuh sekitar tiga persen dari 2022 hingga 2024. Apalagi, Pemerintah Indonesia meningkatkan kebutuhan investasi infrastrukturnya sebesar USD429,7 miliar pada 2020-2024.
 
"Saat ini, pembiayaan infrastruktur melalui pemerintah dan skema kerjasama swasta telah mencapai 83 proyek dengan total investasi USD40 miliar," jelas dia dalam keterangan resminya, Rabu, 29 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan 30 proyek dengan nilai total USD50 miliar dihasilkan untuk skema pembiayaan belanja anggaran non-pemerintah. Skema KPBU (Public-Private Partnership) direncanakan untuk membangun 11 proyek dengan potensi nilai proyek Rp19,7 triliun pada 2020.
 
Selain itu, pemerintah memiliki empat fokus anggaran, yaitu pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan infrastruktur. Hal ini membuat prioritas anggaran dari pemerintah terbagi-bagi. Sehingga butuh investor global yang mendorong proyek ini.
 
"Tahun ini kami akan mengadakan New York Indonesia Investment Forum By Sector Series. Pada Juli dan Agustus 2022 Pada September, Oktober, dan November 2022 kami akan mengadakan konferensi langsung di New York City," jelas dia.
 
Sebelumnya, Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani mengatakan pemerintah Indonesia umumnya melakukan roadshow ke negara pusat keuangan dunia, seperti Singapura, Hong Kong, Jepang, London, dan New York. Saat ini, fokus diplomasi finansial akan dilakukan di New York sebagai pusat keuangan dunia terbesar.
 
"Melakukan roadshow kepada 17 perusahaan investasi di AS dapat berdampak terhadap peningkatan kepercayaan perusahaan investasi dunia pada Indonesia dan menyampaikan hal positif yang Pemerintah Indonesia sudah lakukan, seperti Omnibus Law," ujar dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif