Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Ketersediaan Pangan di Kabupaten Tangerang Dipastikan Aman

Ekonomi pertanian BUMN Bahan Pokok BUMD Satgas Pangan
Antara • 03 Mei 2022 19:26
Tangerang: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Tangerang, Banten, membentuk Satgas Pangan untuk memantau ketersediaan pangan di daerah itu aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat  pascalibur Lebaran 2022.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengatakan Satgas Pangan akan melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan guna memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan.
 
"Hal tersebut dilakukan dengan memonitor hasil produksi pertanian dan peternakan khusus pangan strategis termasuk di Rumah Potong Hewan (RPH), Feedloter dan Rumah Potong Unggas (RPU). Kami juga rutin untuk melakukan sidak pasar untuk memantau stabilitas pasokan dan harga pangan," kata Asep, Selasa, 3 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, selama bulan Ramadan harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan, seperti harga daging naik menjadi Rp140 ribu dan telur ayam menyentuh harga Rp25 ribu per kilogram. Oleh karena itu, Satgas Pangan dapat mengontrol dan menekan apabila terjadi lonjakan harga serta kelangkaan kebutuhan pangan masyarakat.
 
"Memang ada kenaikan harga, setelah adanya pengawasan pada 27 April lalu di Pasar Mauk dan Sepatan, kenaikan tersebut tidak signifikan," ujarnya.
 
Dalam menjaga kestabilan serta keamanan stok pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang akan memberikan pendampingan kepada para petani dan pedagang pasar.
 
"Kami terus berikan pendampingan kepada petani melalui penyuluh. Karena pasokan dari petani tidak boleh stop sebagai kebutuhan pokok yang harus tersedia," kata menjelaskan.
 
Ia berharap, dengan adanya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, petani, pedagang, pengusaha retail, dan BUMN/BUMD pangan setempat, akan dapat menjaga kestabilan ketersediaan atau pasokan pangan.
 
"Perlunya pengawasan dan pembinaan yang ketat kepada pelaku usaha utama (produksi) dan pedagang dalam menjamin pangan yang berkualitas dan aman dikonsumsi masyarakat," kata dia.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif