Panen jagung dengan produktivitas tinggi dilakuan oleh Kelompok Tani (Poktan) Harapan II, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Foto:Dok.Kementan)
Panen jagung dengan produktivitas tinggi dilakuan oleh Kelompok Tani (Poktan) Harapan II, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Foto:Dok.Kementan)

Penyuluh Pertanian Kawal Petani Bandung Lanjutkan Percepatan Tanam

Ekonomi berita kementan
M Studio • 17 Mei 2020 23:13
Bandung: Pandemi covid-19 tak menyurutkan kegiatan pertanian. Tanam dan panen 11 komoditas strategis tetap dilakukan di seluruh pelosok Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kostratani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
 
Panen jagung dengan produktivitas tinggi dilakuan oleh Kelompok Tani (Poktan) Harapan II, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan hamparan 40 hektare, pada Rabu, 13 Mei 2020. Panen jagung varietas Bisi 228 dan 816 menghasilkan 248 ton.
 
Penyuluh Pertanian di Wilayah Kostratani Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Dini Dwi Juniar, menjelaskan panen kali ini luar biasa. Apalagi dilakukan di tengah pandemi covid-19. Panen sangat terbantu alat mesin pertanian (alsintan), sehingga produksi dan produktivitas bisa maksimal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Setiap hari kami memantau mulai dari menanam, memelihara, hingga kini bisa panen jagung, demi tugas mulia menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia. Sedangkan untuk mempercepat proses pengupasan dan pemipilan, kami menggunakan alsintan berupa corn sheller dan corn combine," ujar Dini.
 
Poktan Harapan II Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, diketuai oleh petani yang pernah meraih juara 1 Poktan Jagung berprestasi. Dia adalah Oleh.
 
Sebagai Ketua Poktan, Oleh terbantu dengan adanya pendampingan dan pengawalan dari PPL yang membina di wilayahnya.
 
“Penyuluh pertanian di wilayah binaan kami tetap menjalankan tugas dan kewajiban membimbing dan mendampingi kami dalam berproduksi, mulai dari tanam hingga panen. Kami sangat membutuhkan penyuluh untuk sharing dan konsultasi dalam proses budidaya jagung yang kami lakukan sehingga bisa menghasilkan jagung berkualitas tinggi," ucap Oleh.
 
Bahkan tidak hanya sampai panen, setelah panen penyuluh mendampingi petani untuk melakukan percepatan tanam kembali.
 
Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Dalam berbagai kesempatan Mentan mengatakan sektor pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot produksi 11 komoditas pangan pokok. Salah satunya, jagung. Terlebih adanya peringatan dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) tentang potensi krisis pangan global akibat dampak pandemi covid-19.
 
”Kita harus gencarkan tanam padi, jagung, dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini bisa akselerasi, maka krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia," ucap Mentan Syahrul, optimistis.
 
Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan pemerintah pusat mendukung aktivitas yang dilakukan dalam rangka menjaga Ketahanan Pangan Nasional.
 
Untuk itu, penyuluh dan petani diminta agar selalu bersinergi dan memanfaatkan peran Kostratani di setiap kecamatan.
 
"Penyuluh, petani, dan kita semua ayo kita dukung pertanian kita. Genjot terus produksi pertanian. Setelah panen, lakukan tanam kembali,” kata Dedi.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif