Ilustrasi UMKM. Foto : MI/Adam Dwi.
Ilustrasi UMKM. Foto : MI/Adam Dwi.

Relaksasi Kredit Bantu Meringankan Beban Pelaku UMKM

Ekonomi kartu kredit umkm ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 17 April 2020 05:00
Jakarta: Sejumlah pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengaku terbantu dengan adanya restrukturisasi kredit yang diberikan lembaga keuangan. Kelonggaran kredit ini bisa membantu meringankan para pelaku UMKM di tengah tekanan ekonomi akibat virus korona (covid-19).
 
Aturan restrukturisasi kredit tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical. Restrukturisasi kredit bisa diberikan kepada sejumlah debitur, termasuk UMKM.
 
Salah seorang debitur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hatma mengaku cukup terbantu dengan fasilitas yang diberikan ini. Usahanya di bidang olahan hasil laut di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini tengah lesu akibat menurunnya permintaan ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang sama sekali tidak ada ekspor. Tidak berani membeli karena tidak bisa dipasarkan, setop sama sekali. Sebulan lalu sudah mulai (tersendat), pernah jalan lagi sebentar. Berhenti sekarang karena tidak bisa dijual," kata dia, Jumat, 17 April 2020.
 
Oleh karena itu, dirinya mengajukan restrukturisasi kredit untuk penangguhan pembayaran pokok dan bunga serta perpanjangan jangka waktu kredit. Mengingat kondisi bisnisnya yang terganggu akibat korona pihak bank akhirnya menyetujui keringanan kreditnya.
 
"Pembayaran kredit dijadwal ulang. Jadi satu tahun saya tidak membayar. Satu tahun kemudian saya baru membayar lagi," ungkap Hatma.
 
Penurunan bisnis juga dirasakan oleh debitur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Khairiri. Pengusaha kue bolu susu khas Bandung di Jakarta Selatan ini mengaku pendapatannya turun hingga 70 persen dari yang biasanya bisa mengantongi Rp8 juta per bulan.
 
"Kalau kondisi seperti ini terus usaha saya bisa tutup. Kalau empat bulan atau delapan bulan ya masih bisa kita penuhi, tapi kalau sudah sampai setahun mungkin ya berat," jelas dia.
 
Berangkat dari kondisi tersebut, dirinya mengajukan keringanan kredit ke BRI. Melalui prosedur relaksasi ini, akhirnya Khairiri disetujui untuk mendapat restrukturisasi selama enam bulan ke depan.
 
"Pinjaman BRI sangat membantu, tidak terlalu memberatkan. Keringanan yang dikasih BRI ya kalau tidak bisa setor pokok dan bunganya, jadi bulanan dikasih (hanya membayar) bunganya saja. Jadi sesuai dengan kondisi kita," ujar dia.
 
Hingga 14 April 2020, ada 328.329 debitur yang sudah mendapatkan keringanan restrukturisasi kredit, terdiri dari 262.966 nasabah perbankan dan 65.363 debitur perusahaan pembiayaan. Sementara masih ada 150.345 debitur yang dalam proses permohonan. 
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif