Ilustrasi PGN pasok gas ke wilayah Batam - - Foto: Antara/ Akbar
Ilustrasi PGN pasok gas ke wilayah Batam - - Foto: Antara/ Akbar

PGN Pasok Gas untuk Energi Listrik Batam

Ekonomi gas perusahaan gas negara (pgn) energi listrik ketahanan energi
Suci Sedya Utami • 28 Agustus 2020 17:13
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memasok aliran gas bumi ke PR Energi Listrik Batam (ELB) guna mewujudkan ketahanan energi listrik di wilayah tersebut.
 
Perjanjian jual beli gas ini ditandatangani oleh Direktur Komersial PGN Faris Aziz dan Direktur Utama ELB Danny Praditya. Energi Listrik Batam merupakan anak usaha PT Medco Power Indonesia dan merupakan pemasok listrik bagi PLN Batam.
 
Sebelumnya, ELB merupakan pelanggan existing PGN yang alokasi gasnya masih melalui PLN Batam. Karena itu, kesepakatan tersebut menjadi peluang bagi PGN sebagai subholding gas dalam memperkuat layanan gas bumi pada sektor kelistrikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjanjian ini berlaku efektif hingga 2024 untuk menopang proyekCombine Cycle Power Plant(CCPP) ELB. Adapun sumber gas tersebut berasal dari PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang.
 
ELB akan menyerap gas PGN yang secara bertahap akan meningkat dengan menyesuaikan permintaan listrik. Diperkirakan gas yang dipasok mencapai 18billion british thermal unit per day(BBTUD) dengan estimasi kapasitas pembangkit sebesar 80-100 megawatt (MW). Kebutuhan listrik di wilayah Batam akan dipenuhi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Uncang.
 
Faris mengatakan perjanjian ini juga bagian dari realisasi implementasi Kepmen ESDM 91 Tahun 2020. Fariz berharap, manfaat dari Kepmen tersebut dapat menunjang optimasi operasi EMB, menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP), sehingga akan meningkatkan serapan volume gas sehingga ketersediaan kelistrikan di Batam semakin andal.
 
"Dari perjanjian ini, diperhitungkan ada peningkatan pada produksi listrik di ELB menjadi 80-100 MW. Sebelumnya hanya setara ±30 MW,” imbuh Faris dalam keterangan resmi, Jumat, 28 Agustus 2020.
 
Faris menjelaskan alokasi gas bumi untuk pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91 sebesar kurang lebih 315 BBTUD dengan estimasi kapasitas pembangkit sekitar 1250 MW, untuk mendukung pembangkit listrik di Batam, Sumatera, dan Jawa Bagian Barat.
 
“PGN membuka kesempatan yang besar bagi semua sektor kelistrikan untuk menggunakan gas bumi, agar benefitnya dapat dirasakan secara nyata. Khususnya efisiensi pembiayaan, dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tambahan pasokan listrik, seiring dengan konsumsi listrik nasional yang terus meningkat,” pungkas dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif