Di momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, transformasi itu salah satunya diarahkan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Lembaga ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengelola aset negara secara lebih terintegrasi sekaligus memperkuat daya saing BUMN.
Targetnya pun tidak kecil. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah ingin membawa perusahaan pelat merah Indonesia masuk jajaran Fortune Global 500.
Danantara dan Mimpi BUMN Jadi Perusahaan Kelas Dunia
Kehadiran Danantara mendapat perhatian dari UBS Global Research. Dalam laporannya, UBS menilai lembaga yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut berpotensi meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia sekaligus menarik investasi global.UBS melihat Danantara memiliki tujuan untuk meningkatkan pengelolaan aset BUMN di Indonesia.
"Kami melihat ini sebagai langkah untuk menciptakan struktur seperti Temasek yang merupakan perusahaan induk aset negara di Singapura," ungkap laporan UBS, dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
| Baca juga: Prabowo Sambut Positif Pengakuan Global terhadap Ekonomi Indonesia dan Peran Danantara |
Dengan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, perusahaan dan investor asing juga dinilai memiliki peluang lebih besar untuk bermitra dalam berbagai proyek strategis.
Artinya, Danantara tidak hanya berbicara soal bagaimana aset negara dikelola, tetapi juga bagaimana aset tersebut bisa menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
UBS juga menilai sumber pendanaan Danantara berasal dari optimalisasi aset BUMN sehingga tidak secara langsung membebani APBN.
BUMN Bukan Cuma Cari Untung
Transformasi BUMN juga berkaitan dengan peran perusahaan negara sebagai penggerak ekonomi.Sepanjang 2024, pendapatan konsolidasi BUMN tercatat mencapai Rp3.142 triliun. Sebanyak 20 BUMN juga masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500, sementara empat BUMN berhasil masuk Forbes Global 2000.
BUMN juga mendukung 81 Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi lebih dari Rp711 triliun.
Di sisi lain, dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp3 triliun dialokasikan untuk pemberdayaan UMKM dan pembangunan masyarakat.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa BUMN punya peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengejar laba.
Setahun Pertama Danantara Fokus Bangun Fondasi
Memasuki tahun kedua, Danantara mulai bergerak dari pembangunan fondasi menuju transformasi yang lebih luas.CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan tahun pertama menjadi periode penting untuk membangun tata kelola dan struktur kelembagaan.
"Tahun pertama ini adalah tahun pembangunan fondasi. Kami membangun tata kelola yang kuat, memperkuat struktur kelembagaan, serta memulai berbagai inisiatif strategis yang menjadi pijakan bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi Indonesia," ujarnya beberapa waktu lalu.
Sepanjang 2025, Danantara telah menyusun lebih dari 27 kebijakan tata kelola atau governance framework. Kebijakan tersebut diselaraskan dengan regulasi nasional untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan transparan, profesional, dan akuntabel.
Transformasi Danantara juga tidak berhenti di internal BUMN. Lembaga tersebut mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga sektor perumahan.
Sektor-sektor tersebut dipandang memiliki efek ekonomi yang luas karena berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan aktivitas ekonomi di daerah.
| Baca juga: Prabowo Apresiasi Lonjakan Laba dan Dividen BUMN Setelah Danantara Beroperasi |
BUMN yang Tak Produktif Bisa Direstrukturisasi
Salah satu bagian penting dari transformasi adalah pembenahan portofolio BUMN. Melalui Danantara Asset Management (DAM), pemerintah mendorong restrukturisasi bisnis dan keuangan perusahaan pelat merah. Langkahnya mencakup merger, likuidasi entitas yang tidak lagi strategis, divestasi aset, konsolidasi portofolio, hingga pengembangan industri prioritas.Di sektor hilirisasi, sejumlah proyek dengan potensi investasi sekitar USD26 miliar juga didorong. Proyek tersebut antara lain pengolahan alumina dan bauksit, bioavtur, bioetanol, industri ayam terintegrasi, hingga pengolahan garam industri.
Jadi, arah transformasinya bukan sekadar membuat jumlah BUMN lebih sedikit atau lebih besar, tetapi memastikan aset dan perusahaan yang ada benar-benar menciptakan nilai.
Danantara Mulai Tarik Investasi Global
Selain merapikan perusahaan di dalam negeri, Danantara juga membidik investor internasional. Melalui Danantara Investment Management (DIM), lembaga tersebut telah mengantongi 11 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai komitmen investasi sekitar Rp346 triliun dalam satu tahun operasionalnya.DIM juga disebut menciptakan tambahan kapasitas pembiayaan sekitar Rp150 triliun melalui sejumlah instrumen, mulai dari pinjaman, penyertaan modal, patriot bonds, hingga revolving credit facility (RCF).
Beberapa proyek strategis yang dikembangkan antara lain pembangunan Kampung Haji di Mekkah serta investasi bersama untuk fasilitas waste-to-energy.
Lima Fokus Transformasi BUMN
Pada tahun kedua, Danantara bersama Badan Pengaturan BUMN menyusun roadmap transformasi lima tahun.Ada lima fokus utama yang menjadi arah perubahan BUMN, yakni konsolidasi dan restrukturisasi perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan budaya perusahaan, inovasi dan digitalisasi, serta penciptaan nilai melalui aksi korporasi dan kemitraan strategis.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan arah tersebut akan diterapkan kepada seluruh perusahaan pelat merah.
"Setiap tema ini akan turun ke seluruh perusahaan BUMN. Tema konsolidasi, people development, corporate culture, innovation, hingga value creation harus menjadi arah bersama," ujar Dony dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Dengan roadmap tersebut, pemerintah ingin BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, efisien, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda