Danantara Indonesia. Foto: Danantara.
Danantara Indonesia. Foto: Danantara.

Prabowo Apresiasi Lonjakan Laba dan Dividen BUMN Setelah Danantara Beroperasi

Arif Wicaksono • 14 Agustus 2026 17:07
Ringkasnya gini..
  • : Presiden Prabowo Subianto menilai pembenahan tata kelola dan manajemen badan usaha milik negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil signifikan.
  • Menurutnya, perbaikan tersebut turut didorong oleh peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mengelola dan mengoptimalkan aset-aset BUMN.
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menilai pembenahan tata kelola dan manajemen badan usaha milik negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil signifikan.
 
Menurutnya, perbaikan tersebut turut didorong oleh peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mengelola dan mengoptimalkan aset-aset BUMN.
 
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat memaparkan perkembangan kinerja BUMN. Ia menyoroti peningkatan laba sejumlah perusahaan pelat merah sepanjang semester I 2026.
 
Baca juga: Prabowo Subianto: DSI Kelola Devisa Ekspor USD14 Miliar dalam Dua Bulan


"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," kata Prabowo.
 
Ia mencontohkan PT Timah Tbk (TINS) yang mencatat keuntungan Rp2,7 triliun dalam enam bulan pertama 2026. Angka tersebut disebut meningkat sekitar sembilan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Menurut Prabowo, peningkatan kinerja juga terlihat pada sejumlah BUMN lainnya. Laba bersih PT Semen Indonesia disebut naik 408,9 persen, Pupuk Indonesia 252,8 persen, Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, serta PTPN 54,4 persen.
 
Prabowo menilai tren tersebut menunjukkan bahwa pembenahan manajemen dan tata kelola BUMN dapat memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan dalam waktu relatif cepat.

Kinerja BUMN dan Peran Danantara

Prabowo juga mengaitkan perbaikan kinerja BUMN dengan pembenahan yang dilakukan pemerintah bersama Danantara. Ia mengatakan pemerintah berupaya memastikan pengelolaan BUMN dilakukan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya, termasuk dengan mengoreksi laporan keuangan yang dinilai tidak mencerminkan kinerja riil perusahaan.
 
"Kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit," ujarnya.
 
Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah koreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat Rp186 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp326 triliun pada 2025 atau tumbuh 75,3 persen. Prabowo menyebut angka tersebut merupakan keuntungan BUMN setelah dilakukan pembenahan dan tanpa "permainan angka".
 
Dari sisi dividen, setoran BUMN kepada negara juga meningkat. Dividen BUMN pada 2024 tercatat Rp85,5 triliun, kemudian naik menjadi Rp142,3 triliun pada 2025 atau meningkat sekitar 67 persen.
 
Prabowo menilai ukuran kinerja BUMN juga perlu melihat dividen secara bersih setelah memperhitungkan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN. Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN mencapai Rp53 triliun. Angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau naik sekitar 160 persen.
 
"Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp200 triliun tanpa ada PMN," kata Prabowo. Jika dibandingkan dengan posisi 2024, Prabowo menyebut dividen bersih tersebut berpotensi meningkat hampir empat kali lipat pada 2026.

Garuda Mulai Pulihkan Armada

Selain mencatatkan perbaikan laba, Prabowo juga menyoroti restrukturisasi PT Garuda Indonesia Tbk. Menurut dia, pemerintah berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang sebelumnya tidak beroperasi.
 
Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat tambahan berhasil direaktivasi sehingga total pesawat Garuda Indonesia yang kembali beroperasi mencapai 140 unit.
 
Prabowo mengatakan kondisi tersebut memberikan harapan bagi Garuda untuk kembali mencatatkan keuntungan setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan keuangan.
 
"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung," ujarnya.
 
Ia menambahkan, tekanan akibat perang di Timur Tengah turut memengaruhi proyeksi kinerja Garuda. Pemerintah berharap maskapai tersebut dapat kembali mencatatkan keuntungan pada awal 2027.

Prabowo Apresiasi Pimpinan Danantara

Prabowo pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada manajemen dan pimpinan Danantara atas upaya pembenahan BUMN.
 
Menurut dia, peningkatan kinerja BUMN menjadi bukti bahwa perusahaan negara dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian apabila dikelola dengan tata kelola dan manajemen yang baik.
 
"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," tutur Prabowo.
 
Ia bahkan menyebut pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan atas kontribusinya terhadap transformasi pengelolaan BUMN.
 
"Saya kira pantas pimpinan Danantara nanti mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," kata Prabowo.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan