UMKM. Foto: MI.
UMKM. Foto: MI.

Babak Baru UMKM Indonesia Lewat AI untuk Dorong Daya Saing

Arif Wicaksono • 19 Agustus 2026 19:56
Jakarta: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia memasuki babak baru transformasi digital. Jika dalam beberapa tahun terakhir digitalisasi lebih banyak diarahkan untuk membuat bisnis hadir di internet, perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini mendorong pelaku usaha untuk melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam operasional bisnis. 
 
Baca juga: Punya 65 Juta UMKM, Indonesia Tak Perlu Tiru Singapura buat Sukses di Era AI                               

Perubahan tersebut mulai terlihat dari semakin beragamnya penggunaan AI, mulai dari membantu layanan pelanggan, membuat materi pemasaran, mengolah data, hingga mengotomatisasi sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
 
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi penting mengingat UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional. Dengan jumlah lebih dari 65 juta unit usaha dan kontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan produktivitas UMKM melalui teknologi berpotensi memberikan dampak yang luas terhadap perekonomian.
 
Namun, perjalanan menuju pemanfaatan AI tidak selalu mudah. Sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan literasi digital, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga pemahaman mengenai cara menerapkan AI secara aman dan sesuai kebutuhan bisnis.

Kondisi tersebut membuat tantangan digitalisasi UMKM kini tidak lagi sekadar bagaimana bisnis dapat hadir secara digital, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
 
Melihat perubahan tersebut, Exabytes memperkenalkan arah strategis baru melalui tagline “Grow AI”, menggantikan “Grow Digital”. Arah baru tersebut diperkenalkan dalam Grow AI Summit 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13 Agustus 2026.
 
Melalui Grow AI, Exabytes ingin membantu bisnis bergerak dari sekadar memiliki kehadiran digital menuju operasional yang memanfaatkan AI secara lebih terintegrasi.
 
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Exabytes Group, Chan Kee Siak, mengatakan perubahan tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan perusahaan selama 25 tahun dalam mendukung pertumbuhan bisnis.
 
“Selama 25 tahun beroperasi, Exabytes telah mendukung lebih dari 160.000 bisnis. Dengan adopsi AI dan strategi baru ini, kami menetapkan target besar untuk membantu lebih banyak bisnis bertumbuh melalui AI,” ujar Chan dalam keteranganya.   
 
Menurutnya, banyak pelaku usaha telah menyadari bahwa AI akan memengaruhi cara mereka bersaing. Namun, masih terdapat pertanyaan mengenai dari mana harus memulai dan bagaimana teknologi tersebut diterapkan secara aman.
 
Karena itu, Exabytes berupaya menyederhanakan proses tersebut dengan menggabungkan teknologi, infrastruktur, keahlian, dan mitra dalam satu ekosistem.

Indonesia Jadi Pasar Strategis

Indonesia menjadi salah satu pasar penting dalam strategi tersebut. Bersama Malaysia dan Singapura, Indonesia merupakan salah satu dari tiga pasar inti Exabytes.
 
Besarnya basis UMKM dan perkembangan ekonomi digital membuat Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam ambisi Exabytes untuk membantu satu juta bisnis mengadopsi AI hingga 2030.
 
VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan Grow AI diharapkan dapat membantu UMKM memanfaatkan AI bukan hanya sebagai teknologi tambahan, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
 
“Bagi Indonesia, Grow AI bukan sekadar arah baru, melainkan komitmen nyata untuk mendampingi UMKM dan bisnis lokal menjawab tantangan hari ini. Kami ingin memastikan setiap pelaku usaha dapat memaksimalkan adopsi AI dengan optimal yang berdampak pada efisiensi dan peningkatan produktivitas manusianya,” kata Indra.
 
Menurut dia, inovasi berbasis AI juga dapat menjadi bagian dari percepatan transformasi digital bisnis di Indonesia sekaligus mendukung target Exabytes untuk bertumbuh bersama satu juta bisnis pada 2030.
 
Dalam arah baru tersebut, Exabytes akan menghadirkan rangkaian produk dan solusi berbasis AI yang ditujukan untuk membantu bisnis mengadopsi teknologi secara bertahap. Solusi tersebut mencakup asisten layanan pelanggan, penjualan dan pemasaran berbasis AI, otomasi alur kerja, hingga infrastruktur AI yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
 
Strategi Grow AI sendiri berlandaskan prinsip RASA, yakni Reliable, Accessible, Scalable, dan AI-driven. Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan bisnis di era AI. Bagi UMKM, penggunaan AI tidak harus dimulai dari investasi teknologi yang besar. Teknologi dapat diterapkan secara bertahap pada aktivitas yang memiliki dampak langsung terhadap operasional, seperti pelayanan pelanggan, pemasaran, administrasi, hingga pengelolaan pekerjaan rutin.
 
Dengan demikian, babak baru digitalisasi UMKM tidak lagi hanya berbicara mengenai apakah sebuah bisnis sudah memiliki website, media sosial, atau kanal penjualan online.
 
Persoalannya mulai bergeser menjadi seberapa jauh teknologi dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat, mengurangi pekerjaan repetitif, meningkatkan produktivitas, dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih baik. 
 
Melalui Grow AI, Exabytes menargetkan perubahan tersebut dapat semakin mudah diakses oleh bisnis dari berbagai skala. Bagi UMKM Indonesia, adopsi AI pun berpotensi menjadi tahap berikutnya dalam perjalanan transformasi digital sekaligus salah satu faktor yang menentukan daya saing bisnis menuju 2030.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan