Penjualan mobil secara ritel di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan struktur pasar yang masih sangat terkonsentrasi pada kelompok produsen besar.
Penjualan mobil secara ritel di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan struktur pasar yang masih sangat terkonsentrasi pada kelompok produsen besar.

Penjualan Ritel Mobil 2025: Astra Group Kuasai Lebih dari Separuh Pasar Nasional

Arif Wicaksono • 29 Januari 2026 17:50
Ringkasnya gini..
  • Penjualan mobil secara ritel di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan struktur pasar yang masih sangat terkonsentrasi pada kelompok produsen besar.
  • Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Astra Group menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 51,3 persen dari total penjualan ritel mobil nasional.
  • Di segmen kendaraan penumpang mass market, Astra Group mendominasi melalui Toyota dan Daihatsu.
Jakarta: Penjualan mobil secara ritel di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan struktur pasar yang masih sangat terkonsentrasi pada kelompok produsen besar. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Astra Group menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 51,3 persen dari total penjualan ritel mobil nasional.
 

Kontribusi tersebut berasal dari berbagai segmen, mulai dari kendaraan penumpang mass market, kendaraan premium, hingga kendaraan niaga. Pendekatan portofolio lintas segmen inilah yang membuat Astra Group tetap menjadi pemain dominan di industri otomotif nasional dan sekaligus membentuk dinamika pasar mobil bekas.

Segmen Mass Market: Tulang Punggung Volume Penjualan

Di segmen kendaraan penumpang mass market, Astra Group mendominasi melalui Toyota dan Daihatsu. Toyota menjadi kontributor terbesar secara individual dengan pangsa 31,2 persen penjualan ritel nasional. Kinerja ini ditopang oleh model-model di segmen low MPV, MPV menengah, dan SUV yang memiliki daya serap tinggi di pasar.
 
Sementara itu, Daihatsu menyumbang 16,3 persen pangsa pasar. Merek ini dikenal kuat di segmen kendaraan terjangkau, khususnya LCGC dan kendaraan keluarga dengan harga kompetitif. Jika digabungkan, Toyota dan Daihatsu saja sudah mencakup hampir separuh pasar ritel mobil Indonesia pada 2025.
 
Dominasi di segmen mass market ini berimplikasi langsung terhadap pasar sekunder. Tingginya volume penjualan ritel memastikan pasokan unit yang konsisten ke pasar mobil bekas, sehingga model-model Toyota dan Daihatsu cenderung memiliki likuiditas tinggi dan pergerakan harga yang relatif stabil.

Segmen Luxury Car: Volume Kecil, Peran Strategis

Meski bukan penyumbang volume besar, segmen kendaraan mewah tetap menjadi bagian penting dari strategi Astra Group. Di segmen ini, Astra menaungi BMW dan Lexus, yang masing-masing mencatat pangsa 0,2 persen penjualan ritel nasional pada 2025.

Secara angka, kontribusi kedua merek ini memang terbatas. Namun secara strategis, kehadiran BMW dan Lexus berfungsi memperluas jangkauan pasar Astra ke kelas premium serta menjaga positioning grup di segmen atas. Kendaraan luxury juga memiliki karakter pasar yang berbeda, di mana nilai merek, kenyamanan, dan teknologi menjadi faktor utama.
 
Di pasar sekunder, mobil premium seperti Lexus tetap memiliki peminat tersendiri. Stabilitas merek dan citra eksklusif membuat pencarian harga mobil Lexus di pasar bekas relatif konsisten, meski volumenya tidak sebesar mobil mass market. Hal ini menunjukkan bahwa segmen luxury tetap berperan dalam membentuk struktur pasar, meskipun tidak mendominasi secara kuantitatif.

Segmen Kendaraan Niaga: Penopang Aktivitas Ekonomi

Kontribusi Astra Group juga terlihat jelas di segmen kendaraan niaga. Isuzu mencatat pangsa 3,1 persen penjualan ritel nasional sepanjang 2025. Angka ini mencerminkan kuatnya permintaan kendaraan niaga ringan dan menengah untuk kebutuhan logistik, distribusi, serta usaha kecil dan menengah.
 
Selain Isuzu, UD Trucks menyumbang 0,2 persen pangsa pasar. Meski volumenya kecil, segmen truk berat memiliki karakter khusus dan tidak berorientasi pada penjualan massal. Kehadiran UD Trucks melengkapi portofolio Astra di sektor kendaraan komersial.
Peta Persaingan di Luar Astra Group
 
Di luar Astra, beberapa produsen lain tetap memiliki pangsa signifikan. Mitsubishi Motors mencatat 8,9 persen, disusul Suzuki 8,3 persen dan Honda 7,0 persen. Di segmen kendaraan listrik, BYD membukukan 5,8 persen, menunjukkan penetrasi yang semakin nyata. Sementara itu, Mitsubishi Fuso menyumbang 3,1 persen, Chery dan Hyundai–HMI masing-masing 2,4 persen, Wuling dan Hino 2,3 persen, serta VinFast 1,4 persen. Produsen lain secara agregat menyumbang 4,9 persen.

Struktur Pasar yang Masih Terpusat

Dengan pangsa 51,3 persen, dominasi Astra Group menunjukkan bahwa pasar mobil Indonesia masih berpihak pada produsen dengan jaringan distribusi luas dan rekam jejak panjang. Meski kompetisi semakin beragam dan kendaraan listrik mulai mengambil porsi, perubahan struktur pasar berlangsung secara bertahap.
 
Bagi konsumen dan pelaku industri, data ini menjadi gambaran penting tentang arah pasar—baik di segmen kendaraan baru maupun di pasar mobil bekas yang masih sangat dipengaruhi oleh distribusi penjualan ritel hari ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan