Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Kenaikan Harga Aset Kripto Jadi Angin Segar, Investor Harus Tetap Waspada

Eko Nordiansyah • 19 Januari 2023 20:23
Jakarta: Investor tengah mendapat angin segar setelah kenaikan harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) yang naik lebih dari 20 persen dan Ethereum (ETH) yang juga naik hingga lebih dari 12 persen minggu lalu. Meski begitu, investor tetap harus mewaspadai berbagai ketidakpastian.
 
Setelah pasar mengalami tekanan di tahun lalu, beberapa minggu di awal 2023 harga aset kripto BTC, ETH, dan altcoin lainnya mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan terjadi setelah tingkat inflasi diumumkan menurun selama enam bulan berturut-turut.
 
Selain itu pasar juga setuju The Federal Open Market Committee (FOMC) kemungkinan akan menurunkan suku bunga sebanyak 25 poin persentase dibanding bulan lalu. Penurunan dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak baik terhadap kenaikan harga Bitcoin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan dari harga aset kripto tersebut diharapkan dapat mendorong optimisme pasar untuk menganalisis lebih lanjut sektor industri kripto yang memiliki potensi besar pada 2023. Apalagi setelah tahun lalu industri kripto sudah mengalami masa-masa yang sangat sulit.
 
Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengatakan, awal tahun ini masih dalam kondisi  ketidakpastian terhadap ekonomi secara makro. Menurutnya, investor tetap perlu melakukan riset berbagai project-project yang memiliki potensi ke depannya.
 
"Salah satunya seperti Zero Knowledge (zk) yang implementasinya sudah cukup populer di tahun 2022 dan pada tahun 2023 ini potensi dan kesuksesannya patut diperhatikan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Januari 2023.
 
Teknologi zk memungkinkan transaksi dalam blockchain diproses hanya dengan membaca sebuah proof tanpa memerlukan data lengkap. Dengan ini, jaringan tidak perlu mengeluarkan daya komputasi besar untuk memproses transaksi dan mengurangi biaya transaksi pengguna.
 
"Teknologi zk sendiri sudah ada sejak 1990-an. Beberapa proyek aset kripto sedang dalam proses mengembangkan implementasi zk adalah StarkEx, StarkNet, Loopring, zkSync, dan juga Polygon. Adapun selain project zk, project layer 2 Ethereum juga patut diperhitungkan di tahun 2023," ujar Timo.
 
Baca juga: Tak Hanya Saham, Aset Kripto Juga Punya Kategori Blue Chip Lho!

 
Dilansir dari Pintu Academy, blockchain layer 2 adalah blockchain yang diciptakan untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul pada layer 1. Blockchain layer 2 dibangun di atas jaringan layer 1. Fungsi layer 2 biasanya untuk mengatasi masalah skalabilitas. 
 
Blockchain layer 2 menawarkan proses transaksi yang cepat dan biaya transaksi yang jauh lebih murah daripada layer 1. Beberapa layer 2 sekarang membawa berbagai inovasi teknologi baru dan memiliki penawaran nilai unik terlepas dari jaringan blockchain di bawahnya. 
 
Salah satu kelebihan blockchain layer 2 adalah ia tetap mendapatkan keamanan dari layer 1 di atasnya. Layer 2 mengombinasikan proses transaksi yang lebih cepat dan biaya transaksi lebih murah tapi mewarisi keamanan dari layer 1. 
 
"Tidak dipungkiri, di tengah siklus bear market maupun bull market, aset kripto dan teknologi blockchain terus tumbuh dewasa dan melahirkan inovasi yang inovatif. Mengutip laporan tahunan Messari, terdapat satu bagian menarik yaitu 'Crypto is (still) inevitable'. Kalimat ini adalah penekanan bahwa inovasi yang dibawa kripto tidak hilang begitu saja meskipun industri ini sedang mengalami masa-masa sulit," tutup Timo.

 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif