Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

LAN Akselerasi Pelayanan Publik Berbasis Digital

Eko Nordiansyah • 10 November 2022 14:22
Jakarta: Teknologi menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya disrupsi secara masif selain pandemi covid-19. Teknologi mendorong perubahan di segala aspek pemerintahan, sehingga pemerintah dituntut mampu memitigasi dan merespon secara cepat disrupsi tersebut tidak menimbulkan stagnasi birokrasi.
 
Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan, teknologi seharusnya mampu memberikan dampak yang positif bagi percepatan pelayanan publik. Apalagi masyarakat juga ingin pelayanan yang semakin berkualitas. 
 
"Sementara itu, sumber daya yang dimiliki pemerintah semakin terbatas, kondisi demikian menjadikan teknologi sebagai sebagai peluang dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, murah dan sederhana," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui Indonesia-Japan Knowledge Exchange Seminar 2022, LAN berharap ada kerja sama yang didapat kedua pihak, terutama dalam meningkatkan layanan publik berbasis digital. Bagi Jepang, mereka dapat melihat bagaimana inovasi yang dilakukan oleh sejumlah pemerintah daerah di Indonesia.
 
Di satu sisi, ia menyebut, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Jepang memanfaatkan teknologi di sektor pemerintahan. Sebaliknya, Jepang akan mengetahui bahwa Indonesia yang memiliki 514 pemerintah daerah telah melakukan terobosan perubahan di sektor pelayanan masyarakat.
 
"Maka seminar ini bukan hanya memiliki dimensi akademis dan pengetahuan tetapi juga teknokratis guna melakukan perbaikan kebijakan publik di masa yang  akan datang," ujarnya.
 
Selain itu seminar ini dapat mendorong percepatan transformasi digital dan reformasi birokrasi, khususnya bidang digitalisasi administrasi pemerintahan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan kemanfaatan bagi Indonesia dan Jepang untuk saling bertukar pengalaman dalam hal digitalisasi pelayanan publik.
 
Baca juga: LAN Akselerasi Pengembangan SDM Aparatur di Kawasan Indonesia Timur

 
Sementara, Deputy Director, International Affairs Office, Local Administration Bureau, Ministry of Internal Affairs and Communications Japan Tagashira Shinji menyadari Indonesia dan Jepang memiliki perbedaan baik dari sisi latar belakang, populasi, dan otonomi daerah. Namun melalui tukar pengalaman antar kedua negara ini, diyakini dapat memberikan kebermanfaatan yang besar.
 
"Saya berharap kerjasama Indonesia-Jepang ini dapat terus berlanjut terutama dalam memberikan knowledge exchange yang mungkin saja dapat diadopsi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di kedua negara," ungkap dia.
 
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang mewakili Indonesia menjelaskan transformasi pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Digitalisasi birokrasi ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo dalam rangka memberikan pelayanan publik yang cepat, berbiaya murah dan sederhana. 
 
Pemerintah Banyuwangi memiliki berbagai inovasi seperti Aplikasi E-Gov, Gerai Pelayanan Publik, Smart Kampung Banyuwangi, serta Mal Pelayanan Publik. Inovasi ini juga menjadi komitmen pemerintah Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di masyarakat.
 
"Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang banyak menghasilkan inovasi-inovasi di bidang pelayanan publik. Inovasi pelayanan publik merupakan solusi dalam rangka mengefektifkan penyelenggaraan pelayanan publik dan untuk menghasilkan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," jelas Ipuk.
 
Sementara itu, Fukuoka City dan Neyagawa City memberikan terobosan digitalisasi administrasi secara daring yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan usia di negara tersebut. Hal menariknya ialah, kedua kota tersebut sangat memperhatikan kaum lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari layanan publiknya.
 
Untuk Fukuoka, mereka menyediakan loket jarak jauh bagi kaum lansia kesulitan untuk datang ke pusat pelayanan pemerintahan. Sedangkan untuk Neyagawa sendiri membuka kelas smartphone bagi lansia untuk mengajari pengoperasian dasar smartphone dan penggunaan email bagi lansia.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif