Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengukuhkan dan mengucapkan janji profesi insinyur profesional (PII) – Teknik Kehutanan. Foto: KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya saat mengukuhkan dan mengucapkan janji profesi insinyur profesional (PII) – Teknik Kehutanan. Foto: KLHK

Uji Kompetensi Jadi Syarat Insinyur Asing Bekerja di Indonesia

Ekonomi kehutanan persatuan insinyur indonesia
Media Indonesia.com • 19 Agustus 2020 23:01
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menekankan insinyur asing harus melakukan uji kompetensi sebagai syarat untuk bisa bekerja di Indonesia. Sesuai UU No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, insinyur asing harus memiliki tanda registrasi insinyur yang dikeluarkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
 
"Sertifikat kompetensi insinyur ini didapat melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Hal ini harus dilakukan untuk melindungi tenaga kerja lokal agar tetap mampu bersaing dalam pasar global," kata Siti usai mengukuhkan dan mengucapkan janji profesi insinyur profesional (PII) – Teknik Kehutanan serta penganugerahan surat tanda registrasi insinyur di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.
 
Siti mengatakan pemerintah berperan mengembangkan instrumen dan teknologi dalam negeri agar bisa menjadi bagian dari dunia Internasional. Di sisi lain, kata dia, para profesinonal pengawal hutan dan sumber daya alam harus menjaga kelestarian alam Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita bersama-sama harus menjaga (kelestarian lingkungan). Kita harus menjaga tumpah darah Indonesia," ujarnya.
 
Siti berharap pengukuhan insinyur profesional ini mampu mendukung akselerasi program profesi insinyur yang sangat strategis di era persaingan global saat ini. Terutama, peran yang diemban Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTH).
 
Kepala Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTH), Toni Hadi Widinanto, mengatakan akan bekerja sama dengan badan kejuruan, terutama insinyur profesi teknik kehutanan.
 
"Kita harus selalu ingat kepada generasi penerus kita. Harus ada rasa tanggung jawab agar generasi penerus bisa mandiri dan sukses sesuai zaman dan tantangannya," ucap Toni.
 
Ketua Umum Profesi Insinyur Indonesia, Heru Dewantoro, menyampaikan bahwa keinsinyuran adalah tindakan aktif untuk mengubah dan merekayasa alam sesuai kebutuhan manusia secara berkelanjutan.
 
"Hari ini kita telah memiliki 520 insinyur profesional, termasuk insinyur profesi teknik kehutanan di dalamnya,” tutur Heru.
 
Ketua FOReTIKA, Rinekso Soekmadi, mengatakan pengukuhan ini merupakan momentum diakuinya profesi insinyur kehutanan. Pengakuan ini satu paket dengan kewajiban mewujudkan tataran kehidupan profesi yang profesional.

 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif