Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Emiten Produk Makanan Akui Kenaikan Harga Pangan Dunia Belum Berdampak Negatif

Angga Bratadharma • 29 Juni 2022 07:33
Jakarta: Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) Harry Lukmito menilai kenaikan harga pangan global memberi dampak cukup besar terhadap ledakan inflasi di dunia. Meski demikian, emiten yang bergerak di bidang industri produk makanan beku ini mengaku tidak mengalami efek signifikan dari kondisi tersebut.
 
"Kita bersyukur Sekar Bumi ini bahan baku utamanya dari hasil perikanan di dalam negeri di mana kami masih bisa menjaga baik suplai pemasoknya. Mungkin harga ada kenaikan tapi tidak signifikan," kata Harry Lukmito, dalam SKBM Annual Public Expose yang digelar secara virtual, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Lantaran tidak memberi imbas besar, Harry menambahkan, Sekar Bumi terus berupaya menggenjot laju bisnis yang salah satunya memacu pasar ekspor. "Untuk pasar ekspor kita masih mencari basis baru dan kita juga akan kembangkan seperti di Tiongkok maupun di Timur Tengah," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Keuangan Sekar Bumi Freddy Adam menambahkan perusahaan mengalokasikan capital expenditure (capex) di tahun ini sebesar Rp30 miliar. "Sedangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 20 sampai dengan 25 persen yang dipergunakan," kata Freddy.
Baca: Sri Mulyani: Gaji ke-13 Siap Dicairkan Awal Juli 2022

Harry menjelaskan fokus capex di 2022 ini adalah memaksimalkan proses makanan karena mesin yang ada sekarang sudah cukup penuh. "Jadi kita menambah mesin proses makanan itu, utamanya untuk produk dimsum dan lain-lain," tuturnya.
 
Sementara itu, SKBM memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp6,055 miliar atau Rp3,5 per saham untuk Tahun Buku 2021. Dividen ini lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, di mana perseroan membagikan total dividen Rp2,076 miliar atau Rp1,20 per lembar saham.
 
Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk Harry Lukmito mengatakan pembagian dividen ini karena baiknya kinerja perseroan, didorong pasar dalam negeri yang tetap kokoh seiring daya beli kuat dan kondisi bisnis yang terus membaik.
 
"Untuk prospek bisnis ke depan, manajemen masih optimistis karena kami bergerak di industri makanan, meskipun di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu," pungkas Harry.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif