Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: MI/Usman Iskandar.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: MI/Usman Iskandar.

Teten: Kualitas Pekerjaan RI Masih Skala Usaha Mikro dengan Pendapatan di Bawah UMR

Antara • 13 April 2022 19:06
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kualitas pekerjaan di Indonesia masih berkutat di sektor mikro yang tidak stabil, tidak produktif, dan memiliki pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Dalam hal ini, Bank Dunia sudah mengingatkan Indonesia untuk menyiapkan lapangan kerja yang lebih berkualitas.
 
"Kita enggak mungkin membiarkan ini terus menerus. Maka dari itu, meskipun berat, ikhtiar kita untuk membuat UMKM naik kelas, sektor menengah harus menjadi prioritas harus dilakukan," ucap Teten dalam keterangan resmi, Rabu, 13 April 2022.
 
Sebagai upaya meningkatkan kualitas lapangan kerja, pihaknya mulai melakukan transformasi skala usaha UMKM ke sektor formal. Selain itu, berbagai ekosistem disiapkan guna mendorong UMKM naik kelas, seperti kemudahan memperoleh izin usaha (Nomor Induk Berusaha/NIB), sertifikat halal, hingga izin edar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, ia menilai pemerintah harus mengoptimalkan kekuatan UMKM dengan meningkatkan produktivitas dan kualitas produk sehingga pendapatan UMKM meningkat serta menciptakan lapangan kerja.
 
"Hal ini sangat penting dilakukan karena kekuatan ekonomi UMKM masih kurang diperhitungkan saat ini. Padahal, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 61 persen dan 97 persen penyerapan tenaga kerja ada di sektor UMKM," ujar Teten.
 
Ketika terjadi penurunan lapangan kerja di sektor formal sejak krisis ekonomi 1998, ungkap Menkop, deindustrialisasi terus berlanjut. Situasi ini mendorong UMKM untuk menghadirkan penyerapan tenaga kerja yang sangat besar. Dari situ, usaha mikro menghasilkan paling banyak tenaga kerja.
 
"Sekarang saya ini enggak mau lagi perbanyak yang mikro, karena realitas sektor mikro hadir disebabkan sektor formal yang tidak berkembang dan deindustrialisasi terjadi," pungkas Teten.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif