Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kolaborasi E-commerce dan Dompet Digital Jadi Keharusan

Eko Nordiansyah • 23 Desember 2021 21:03
Jakarta: Pengamat ekonomi dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Thomas Dewaranu menilai, penguatan ekosistem digital saat ini merupakan suatu keharusan. Menurut dia, pembelian dompet digital DANA oleh Lazada setelah Alibaba dikabarkan akan jor-joran mengembangkan aplikasi e-commerce merupakan suatu hal yang wajar.
 
"Di sektor digital yang diutamakan adalah membangun ekosistem, karena tidak bisa hanya menawarkan satu layanan saja. Butuh kolaborasi dengan dompet digital atau bikin dompet digital sendiri, agar bisa memberikan pilihan jasa cicilan atau paylater. Jadi harus ada ekosistem," kata dia kepada wartawan, Kamis, 23 Desember 2021.
 
Belakangan Lazada memang terlihat berupaya mengejar dominasi pasar yang saat ini dikuasai oleh Tokopedia dan Shopee. Bahkan Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo sebelumnya mengungkapkan, pertumbuhan jumlah penjual di Lazada meningkat pesat hampir tiga kali lipat selama masa pandemi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami terus memperkuat ekosistem secara menyeluruh, dan menawarkan banyak peluang untuk bergabung sebagai penjual online, mitra kurir atau frontliner, livestreamer di Laztalent, dan masih banyak lainnya. Berbagai program edukasi dan pemberdayaan juga terus dilakukan untuk memastikan semua elemen di ekosistem kami bisa terus tumbuh," jelas Ferry.
 
Tak heran jika kemudian akusisi dompet digital dipilih karena opsi cicilan dengan menggunakan paylater merupakan tawaran menggiurkan bagi pengguna, sehingga bisa menjadi strategi menarik pelanggan serta mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Apalagi menurut Thomas, peluang pasar digital di Indonesia cukup besar.
 
"Pasar konsumen digital itu masih besar di Indonesia. Amazon saja baru mulai investasi di Indonesia, artinya prospeknya masih ada. Masih banyak konsumen baru mulai menggunakan internet, dan ini memberikan ruang untuk menyasar konsumen-konsumen tersebut," imbuh Thomas.
 
Saat ini Alibaba sudah mengoleksi 45 persen saham DANA, sementara 49 persen lainnya dimiliki EMTEK. Sayangnya hingga saat ini, pihak DANA masih belum mau berkomentar terhadap rumor yang beredar di pasar sejak beberapa bulan terakhir ini.
 
"Kami tidak akan memberikan pernyataan atau tanggapan apa pun terhadap kabar di luar informasi resmi perusahaan," ujar VP of Communications DANA Putri Dianita secara tertulis beberapa waktu yang lalu.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif