Jagung. Foto: MI/Bagus Suryo.
Jagung. Foto: MI/Bagus Suryo.

GNTI Panen Jagung di Pesawaran, Pertanian Mulai Naik Level Pakai Teknologi

Arif Wicaksono • 02 Juni 2026 12:37
Lampung: Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) menggelar panen raya jagung di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu, 30 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong modernisasi sektor pertanian.
 
Kegiatan panen dilakukan di lahan jagung produktif dengan memanfaatkan mesin combine harvester, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses panen, serta menekan potensi kehilangan hasil di lapangan.
 
Baca juga: Peneliti ITS Bikin Silaja, Sistem Informasi Manajemen Rantai Pasok Komoditas Jagung              

Dalam kegiatan tersebut, GNTI juga menyerahkan bantuan pupuk serta berbagai sarana produksi pertanian kepada petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). 
 
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian di wilayah Pesawaran.

Selain panen, agenda juga diisi dengan dialog bersama para petani jagung terkait tantangan dan kebutuhan di lapangan, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan efisiensi produksi.
 
Ketua Umum GNTI . Rokhmin Dahuri, menegaskan kegiatan panen raya bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari kerja nyata untuk memperkuat sektor pangan nasional.
Ia menekankan bahwa kedaulatan pangan harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi penting bagi ketahanan dan kemajuan bangsa.
 
“Pertanian tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga soal keberlangsungan hidup bangsa. Indonesia harus mampu mencapai kedaulatan pangan sebagai dasar menuju negara yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
 
Rokhmin juga menyoroti pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda agar terlibat di sektor ini.

Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Bupati Pesawaran, Nanda, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai tulang punggung ketahanan pangan sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
 
Menurutnya, penguatan sektor ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
“Pertanian adalah urusan utama rakyat sekaligus fondasi ekonomi daerah. Jika sektor ini kuat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” katanya.
 
Ia juga memaparkan capaian produksi jagung di Kabupaten Pesawaran hingga Mei 2026, dengan luas tanam mencapai 14.478 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.897 hektare telah dipanen dengan total produksi mencapai 64.292,3 ton.
 
Pemerintah Kabupaten Pesawaran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, bantuan sarana produksi, serta pendampingan teknologi bagi petani.
 
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya transformasi pola budidaya agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berbasis teknologi.
 
“Kami ingin memastikan hasil kerja keras petani dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Bupati.
 
Dengan dukungan modernisasi alat, bantuan sarana produksi, dan penguatan kebijakan daerah, sektor pertanian di Pesawaran diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan