Menteri UMKM Maman Abudurrahman. Foto: Medcom/Fachri.
Menteri UMKM Maman Abudurrahman. Foto: Medcom/Fachri.

Listrik Padam Bergilir, UMKM Jadi Korban Paling Rentan

Annisa ayu artanti • 23 Juni 2026 12:00
Jakarta: Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa sejak awal Juni 2026 tak hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu. 
 
Kondisi ini juga mulai menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan bisnis sehari-hari.
 
Mulai dari pedagang es, pelaku usaha makanan beku (frozen food), hingga usaha rumahan berbasis pendingin menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. 

Ketika listrik padam selama berjam-jam, produk berisiko rusak, aktivitas produksi terhenti, hingga omzet harian ikut tergerus.
 
Baca juga: Kenapa Ada Pemadaman Bergilir? Ini Penjelasan PLN

UMKM jadi kelompok paling rentan saat listrik padam

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa sejak awal Juni lalu menimbulkan berbagai dampak terhadap aktivitas pelaku usaha.
 
Ia mengatakan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kemarin bahwa pemadaman listrik bergilir tersebut juga berdampak terhadap kegiatan sehari-hari masyarakat luas, tidak hanya pelaku UMKM.
 
“Misalnya mereka yang jualan es, pada saat mati (listrik) ya esnya cair, nggak bisa jualan mereka, terus (pedagang) frozen food (makanan beku), dan segala macam (lainnya). Jadi sebetulnya impact (dampak) sosialnya tuh ke mana-mana,” kata Maman dilansir Antara, Selasa, 23 Juni 2026.

Pembenahan rantai pasok batu bara

Ia pun meminta agar PT PLN (Persero) segera membenahi tata kelola rantai pasok (supply chain) komoditas batu bara, mengingat berbagai pembangkit listrik utama di Pulau Jawa masih berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
 
“Potensi blackout (pemadaman listrik secara luas) seperti yang (terjadi) 3 tahun yang lalu ini berpotensi terjadi lagi kalau supply chain management (manajemen rantai pasok) yang ada di PLN itu tidak segera dibenahi dan ditata secara baik,” ujar Maman.
 
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengakui bahwa pemadaman listrik bergilir tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian.
 
Pihaknya pun telah menggelar pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlill Lahadalia serta jajaran direksi PLN untuk mengatasi persoalan tersebut.
 
“Harapannya sih Juni ini bisa diselesaikan,” ucap Airlangga Hartarto.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan