Bali. Foto: Istimewa.
Bali. Foto: Istimewa.

Bali Bukan Cuma Buat Liburan, Kamar Bulanan Cove Tumbuh 100 Persen

Arif Wicaksono • 17 September 2026 17:02
Ringkasnya gini..
  • Bali kini bukan cuma jadi tempat buat healing atau liburan.
  • Makin banyak anak muda yang memilih tinggal di Pulau Dewata karena pekerjaan, proyek sementara, hingga aktivitas sebagai freelancer.
Jakarta: Bali kini bukan cuma jadi tempat buat healing atau liburan. Makin banyak anak muda yang memilih tinggal di Pulau Dewata karena pekerjaan, proyek sementara, hingga aktivitas sebagai freelancer.
 

Baca juga: Bali Bakal Punya Kereta Api? KAI dan Pemda Mulai Siapkan Kajian Pengembangan

Fenomena ini ikut mendorong kebutuhan hunian dengan masa sewa yang lebih fleksibel. Kondisi tersebut terlihat dari bisnis Cove, penyedia hunian co-living, yang mencatat pertumbuhan jumlah kamar dengan skema sewa bulanan hingga 100 persen sejak awal 2026.

Pertumbuhan itu terjadi di tengah ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Di sisi lain, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali mencatat sebanyak 300.258 penduduk datang ke Bali sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi sejumlah faktor yang mendorong masyarakat untuk berpindah atau menetap di Bali.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan tempat tinggal ikut berubah. Pendatang yang datang untuk bekerja membutuhkan hunian yang bisa disewa lebih lama, tetapi tetap fleksibel dan tidak mengharuskan kontrak tahunan seperti banyak pilihan hunian konvensional.

“Cove melihat bahwa pergerakan Gen Z dan Milenial ke Bali kini tidak lagi hanya untuk wisata, namun juga bekerja,” kata Country Director of Growth dan VP of Online Marketing Cove Dian Paskalis.

Menurut Dian, mayoritas penghuni bulanan Cove di Bali memilih tinggal selama 1-2 bulan. Pola tersebut menunjukkan kebutuhan hunian untuk relokasi sementara, proyek pekerjaan, maupun pekerjaan freelance.

“Kebutuhan ini sulit untuk dipenuhi oleh hotel harian atau hunian sewa lain yang umumnya membutuhkan kontrak tahunan. Karena itu, kami memperluas akses ke co-living bulanan Cove untuk mendukung ketersediaan hunian berkualitas di Bali,” ujarnya.

Penghuni Lokal Mendominasi

Meski Bali dikenal sebagai destinasi wisata internasional, penghuni kamar bulanan Cove justru lebih banyak berasal dari dalam negeri.

Data Cove menunjukkan 76 persen penghuni kamar bulanan di Bali merupakan warga domestik. Sementara dari sisi usia, kelompok terbesar berada di rentang 25-29 tahun dengan porsi 29 persen.

Dari sisi pekerjaan, penghuni paling banyak berasal dari kalangan profesional dengan persentase 46,6 persen. Sementara pekerja lepas atau freelancer mencapai 22,7 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa bekerja menjadi salah satu alasan penting bagi anak muda untuk memilih tinggal di Bali, bukan sekadar berwisata.

Menariknya, faktor harga juga menjadi pertimbangan utama. Permintaan kamar bulanan Cove di Bali paling banyak berada pada properti dengan harga sewa di bawah Rp5 juta, tanpa terlalu bergantung pada lokasi.

Pola tersebut berbeda dengan kawasan metropolitan seperti Jabodetabek. Di wilayah tersebut, permintaan hunian cenderung lebih berkaitan dengan lokasi dan akses terhadap pusat aktivitas.

Denpasar Jadi Favorit

Dari sejumlah area operasional Cove di Bali, Denpasar menjadi lokasi dengan keterisian kamar bulanan tertinggi.

Okupansi kamar bulanan di Denpasar tercatat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Sebanyak 79 persen penghuni kamar bulanan Cove di Bali memilih tinggal di kawasan tersebut.

Tingginya minat terhadap Denpasar sejalan dengan data Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali yang mencatat Kota Denpasar sebagai tujuan utama pendatang ke Bali sepanjang 2025.

Sebagai ibu kota Provinsi Bali sekaligus pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi, Denpasar menawarkan akses ke berbagai pusat pekerjaan. Aktivitas ekonomi juga semakin berkembang dengan hadirnya sejumlah proyek besar, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang merupakan KEK kesehatan pertama di Indonesia.

“Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata utama Bali, Cove melihat kebutuhan akan hunian sewa yang lebih beragam akan turut tumbuh,” kata Dian.

Karena itu, Cove berencana terus memperluas portofolio hunian sewa fleksibel di Bali untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat yang tinggal dan bekerja di Pulau Dewata.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan