Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RCEP, Peluang Indonesia Terhubung dengan Regional dan Global Value Chain

Annisa ayu artanti • 06 September 2022 11:21
Jakarta: Ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) merupakan dinilai sebagai peluang bagi Indonesia untuk terhubung dengan regional dan global value chain. Kedepannya dapat mendorong perkembangan industri bernilai tambah di Tanah Air.
 
"RCEP akan mendorong Indonesia melangkah secara pasti ke level production network dan melahirkan industri-industri yang terhubung dengan regional dan global value chain," kata Board of Director Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Donna Gultom dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 September 2022.
 
Menurutnya, kawasan RCEP memfasilitasi berkembangnya sistem perdagangan yang memanfaatkan regional value chain
 
"RCEP adalah peluang sangat baik bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan industri manufakturnya," ucapnya.
 
Baca juga: RCEP Dinilai Modal Suksesi Indonesia Sebagai Ketua ASEAN 2023 

Kerja sama RCEP mencakup perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM) dan sejumlah masalah hal-hal teknis lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Donna melanjutkan, Indonesia perlu memastikan implementasi regulasi dan kebijakan yang telah disiapkan dalam rangka membawa perekonomiannya ke level yang lebih maju.
 
Regulasi dan kebijakan tersebut antara lain adalah UU Cipta Kerja dan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) atau National Logistics Ecosystem (NLE) dan Roadmap Indonesia 4.0.
 
Di sisi lain, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga perlu diperhatikan agar Indonesia dapat secara signifikan memanfaatkan akses pasar RCEP.
 
"Implementasi beberapa kebijakan tadi merupakan bagian dari struktural dan policy adjustment yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional demi memetik manfaat dari pasar RCEP," jelasnya.
 
UU Cipta Kerja memang dirancang untuk meningkatkan daya saing produk nasional dan menggerakkan sektor-sektor strategis nasional lewat pembukaan investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
 
Sementara itu, perbaikan ekosistem logistik nasional melalui National Logistics Ecosystem (NLE) dibutuhkan untuk mengkolaborasikan dan menyelaraskan sistem logistik nasional ke dalam satu platform.
 
"Penyelarasan ini bertujuan supaya arus lalu lintas barang dan dokumen internasional, mulai dari kedatangan sarana pengangkut hingga barang tiba di gudang, dapat terpantau dan terinformasi dengan baik," ucapnya.
 
Dengan sistem logistik yang efisien dan terkoneksi dengan baik, biaya logistik bisa lebih kompetitif sehingga daya saing produk dari seluruh wilayah di Indonesia semakin meningkat.
 
"Sistem logistik yang terkoneksi dan efisien akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi daerah dan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru," ujarnya.
 
Rencana Aksi Pemanfaatan RCEP yang saat ini sedang disiapkan oleh pemerintah diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor-sektor strategis, terutama yang menjadi andalan ekspor Indonesia.
 
Adapun, manfaat RCEP diproyeksikan akan dapat dirasakan lima tahun setelah ratifikasi dengan peluang peningkatan sebesar 8-11 persen dari ekspor dan 18-22 persen dari investasi.
 
Peningkatan investasi sebesar 18-22 persen diharapkan berkontribusi signifikan bagi lahir dan tumbuhnya industri-industri baru, khususnya di bidang manufaktur bernilai tambah.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif