Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Dokumen BKPM
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: Dokumen BKPM

Bahlil: Investasi Indonesia Punya Prospek Baik

Antara • 09 September 2022 13:42
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakinkan para investor investasi di sektor pariwisata di Indonesia memiliki prospek yang baik karena masih banyak potensi wisata yang belum dikembangkan.
 
"Saya tidak segan-segan meyakinkan kepada teman-teman bahwa Indonesia punya banyak wisata yang bisa kita tuju selain yang lima ini (Destinasi Pariwisata Super Prioritas/DPSP), kita kembangkan lagi yang lain, di Papua, dan kita punya alam yang bagus," katanya dalam sambutannya secara daring di Investment Forum: 5 Super Priority Tourism Destinations yang digelar dilansir Antara, Jumat, 9 September 2022.
 
Bahlil mengatakan sektor pariwisata berkontribusi tinggi terhadap penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Selain itu, sektor pariwisata juga mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi daerah.
 
Baca juga: Pemerintah Siapkan Paket Wisata 6 Kota Jelang Piala Dunia U-20

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di destinasi pariwisata melalui investasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berkomitmen untuk melakukan percepatan-percepatan, langkah-langkah komprehensif dan terukur di hampir semua kementerian untuk menjadikan ini salah satu tujuan wisata kita ke depan, karena tidak hanya Bali tapi juga banyak daerah-daerah yang harus kita terus promosikan," ucapnya.
 
Selain memiliki potensi pariwisata, pemerintah Indonesia, lanjut Bahlil, juga terus berupaya melakukan pembenahan dari berbagai sisi untuk mendukung sektor tersebut.
 
Ia menyebut struktur ekonomi Indonesia yang kuat pascapandemi covid-19 saat ini telah menciptakan stabilitas politik dan keamanan.
 
"Kalau bicara pariwisata, itu kita bicara tentang keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung," ujar Bahlil.
 
Senada, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengungkapkan daya tarik utama Indonesia bagi para investor di sektor manapun adalah besarnya pasar domestik di Tanah Air.
 
Nurul menjelaskan saat covid-19 melanda pada 2020, kunjungan wisatawan mancanegara anjlok. Namun, di Indonesia, pergerakan wisatawan domestik masih menggeliat.
 
"Ini jadi power (kekuatan) karena investor tidak ada urusan mau turisnya asing atau lokal, yang penting hotel saya penuh, yang penting kunjungan di tempat wisata penuh. Orang asing, orang Indonesia, sama-sama keluarkan duit di situ," katanya.
 
Hal itulah, menurut Nurul, yang membuat optimisme pasar pariwisata di Indonesia akan mampu berkontribusi lebih baik lagi terhadap ekonomi.
 
Kementerian Investasi mencatat nilai proyek investasi existing di lima DPSP mencapai Rp172,2 miliar (USD11,67 juta). Nilai komitmen yang sedang berjalan sebesar Rp1,552 triliun (setara USD106,24 juta). Sementara nilai minat investasi di 5 DPSP sebesar Rp1,186 triliun (USD81,19 juta).
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif