Gedung Phapros. FOTO: Phapros
Gedung Phapros. FOTO: Phapros

Phapros Catat Laba Meningkat 19% di Kuartal I-2022

Ekonomi Emiten Phapros
Angga Bratadharma • 04 Mei 2022 11:31
Jakarta: Perusahaan perusahaan farmasi, PT Phapros Tbk, mencatat laba bersih di kuartal pertama tahun ini tumbuh sebanyak 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi nasional, lebih khusus sektor farmasi, berdampak positif terhadap kinerja perusahaan pada 2022.
 
Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko menambahkan penjualan bersih di triwulan I-2022 tumbuh sebanyak 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021. Menurutnya kinerja ini merupakan efek dari pertumbuhan industri farmasi di 2021 yang mencapai 10,81 persen.
 
"Tentu pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan perusahaan, serta dukungan para stakeholders dan shareholders Phapros. Laba bersih perusahaan triwulan ini juga meningkat 19 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 4 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari sisi penjualan, realisasi penjualan emiten berkode saham PEHA ini di triwulan I-2022 meningkat 20 persen dibandingkan dengan triwulan I-2021, termasuk jumlah aset lancar yang meningkat 15,8 persen. Sementara aset tidak lancar menurun 1,1 persen.
 
"Di 2021 pun kinerja kita cukup menggembirakan. Meski ekonomi kita secara nasional masih melambat akibat pandemi, namun perseroan berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 7,23 persen pada 2021 dibandingkan dengan 2020. Pertumbuhan ini merupakan prestasi tersendiri bagi kami," klaimnya.
 
Menurut Hadi, meski aset perseroan terdapat penurunan empa persen dibandingkan dengan 2020, kinerja keuangan lain yang cukup menggembirakan terlihat dari rasio kas 2021 yang juga meningkat 122 persen dibandingkan dengan sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki jumlah kas yang cukup baik untuk membayar kewajibannya.
 
"PEHA juga memiliki kinerja yang juga diakui pihak lain sebagai wujud kerja keras seluruh pihak di perusahaan," tuturnnya.
 
Kondisi internal perseroan sepanjang 2021 menunjukkan kinerja yang maksimal untuk memenuhi harapan para pemangku kepentingan, dan perusahaan berhasil menutup 2021 dengan meningkatkan kinerja positif baik keuangan maupun non keuangan.
 
"Tantangan pelaksanaan strategi keberlanjutan secara menyeluruh adalah pengelolaan sinergi dengan pemangku kepentingan secara luas untuk mendukung penguatan dan pengembangan bisnis. Kami telah mengantisipasinya melalui upaya pengelolaan dilakukan dengan berorientasi pada kemitraan yang berkelanjutan," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif