Ilustrasi kawasan Labuan Bajo - - Foto: dok Kementerian PUPR
Ilustrasi kawasan Labuan Bajo - - Foto: dok Kementerian PUPR

PLTS Bakal Terangi Pulau-pulau Kecil di Labuan Bajo

Antara • 01 Maret 2022 14:57
Jakarta: Pemerintah mendorong transisi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk pulau-pulau kecil di kawasan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, Labuan Bajo merupakan salah satu lokasi rangkaian acara Presidensi G20.
 
"Ada sekitar delapan events yang akan dihelat di sini, antara lain 2nd Sherpa Meeting serta beberapa pertemuan tingkat Working Group (Tourism, Supreme Audit, Energy Transition, Digital Economy, Trade-Invesment-Industry)," kata Ketua Sekretariat Gabungan Bidang Sherpa Track dan Finance Track Susiwijono Moegiarso  dalam keterangan resminya, Selasa, 1 Maret 2022.
 
Ia menyampaikan kehadiran listrik tenaga surya di pulau terpencil bukan hanya menunjukkan komitmen penggunaan sumber listrik ramah lingkungan, tatapi agar dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah terisolir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Listrik tenaga surya di pulau kecil mampu mendorong produktivitas dan perekonomian masyarakat setempat, di antaranya usaha es batu, pertukangan dengan skap listrik, isi ulang air galon, dan usaha penyimpanan hasil penangkapan ikan dengan alat pendingin.
 
"Ini contoh nyata yang sangat bagus untuk kami tunjukkan di forum acara Presidensi G20 di Labuan Bajo," jelas Susiwijono.
 
Rangkaian kegiatan dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, terdiri dari 184 agenda kegiatan utama (KTT, Pertemuan Tingkat Menteri, Gubernur Bank Sentral, Sherpa/Deputies, Working Group dan Engagement Group), dan sekitar 254 side-events dan Road to G20 yang diselenggarakan di sekitar 25 lokasi di seluruh Indonesia.
 
Berbagai rangkaian kegiatan itu memerlukan dukungan penyediaan listrik dari PT PLN (Persero) dalam penyelenggaraan seluruh acara Presidensi G20. PLN pun memanfaatkan PLTS di pulau-pulau kecil di kawasan sekitar Labuan Bajo, seperti PLTS di Pulau Messah dan Pulau Papagarang.
 
Dahulu, masyarakat di Pulau Messah dan Pulau Papagarang mengandalkan genset untuk penyediaan listrik, Warga patungan membayar sewa Rp10 ribu per hari yang disalurkan melalui jaringan kabel dari rumah ke rumah.
 
Kini, seluruh rumah tangga telah menikmati layanan listrik dari PLTS yang dibangun di kedua pulau tersebut.
 
"PLTS di Pulau Papagarang dan Pulau Messah ini betul-betul menjadi penopang kehidupan warga dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," jelas Susiwijono.
 
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko mengatakan saat ini total daya mampu kelistrikan Labuan Bajo pada Sistem Kelistrikan Flores sebesar 98 megawatt dengan perkiraan beban puncak saat acara Presidensi G20 sebesar 80 megawatt dan memiliki cadangan sebesar 18 megawatt.
 
"Saat ini bauran energi baru terbarukan di Flores sudah mencapai 15,24 persen. Pembangkit energi baru terbarukan yang ada di Nusa Tenggara Timur sudah menggunakan sumber energi dari panas bumi, hidro, dan surya," terang Agustinus.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif