Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming. FOTO: Hipmi
Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming. FOTO: Hipmi

Ketum Hipmi Disebut Tidak Menikmati Suap Izin Tambang

Angga Bratadharma • 24 Mei 2022 11:29
Jakarta: Mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu Dwiyono Putrohadi Sutopo yang menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi izin tambang di Pengadilan Banjarmasin memastikan bahwa Mardani H Maming tidak menerima sepeserpun uang hasil gratifikasi izin tambang senilai Rp27,6 miliar.
 
Dengan demikian, tudingan Mardani H Maming turut menerima aliran dana hasil gratifikasi dalam perkara dugaan korupsi mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu, Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo tersebut, terbantahkan.
 
Hal ini terungkap pada sidang pemeriksaan terdakwa Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin, 23 Mei. Dwidjono selaku terdakwa memastikan bahwa Mardani H Maming yang merupakan mantan Bupati Tanah Bumbu itu tak menerima sepeserpun dari hasil gratifikasi pengalihan izin tambang senilai Rp27,6 miliar di perkara ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan itu muncul manakala Jaksa Penuntut Umum Abdul Salam dari Kejaksaan Agung menanyakan langsung kepada Dwi, ihwal benar tidaknya Mardani H Maming turut menikmati aliran dana tersebut.

 
"Uang perusahaan (Rp27,6 miliar) tidak ada," kata Dwi, menjawab pertanyaan Salam saat diperiksa sebagai terdakwa, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 Mei 2022.
 
Salam mengatakan pihaknya menanyakan hal itu untuk menghindari adanya polemik yang muncul efek dari perkara yang saat ini tengah berjalan. Sebab, kata Salam, jangan sampai pengadilan mengkriminalisasi seseorang tanpa bukti yang kuat.
 
"Kami tidak mau menetapkan orang sebagai tersangka kalau tidak cukup bukti," tegas Salam.
 
Lantas Hakim Ketua Persidangan Yusriansyah mengambil alih dan kemudian kembali mempertegas pernyataan Dwi soal aliran dana tersebut. Namun sekali lagi, Dwi memastikannya. "Jadi dari Rp27,6 miliar tidak ada yang masuk ke bupati?" tanya Yusriansyah.
 
"Tidak ada yang mulia," jawab Dwi.
 
Salam menambahkan sesuai fakta persidangan bahwa uang hasil dugaan gratifikasi Rp27,6 miliar dinikmati sendiri oleh terdakwa. "Terkait kasus ini senilai Rp27,6 miliar dinikmati sendiri oleh terdakwa, oleh keluarganya melalui perusahaan PT BMPE," pungkas Salam.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif