Tekstil. Foto : Kemenperin.
Tekstil. Foto : Kemenperin.

Kemenperin Pacu Produktivitas Perusahaan Kimia, Farmasi, dan Tekstil

Husen Miftahudin • 11 Agustus 2021 18:04
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu peningkatan produktivitas perusahaan-perusahaan industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT). Hal ini dilakukan dengan terus mengawal penerapan protokol kesehatan yang menjadi kunci pengembangan industri saat pandemi.
 
Direktur Jenderal IKFT Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan penerapan protokol kesehatan di perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri memberikan ruang untuk tetap mempertahankan produktivitas sektor tersebut. Hal ini berdampak pada sektor ekonomi dan industri pengolahan yang telah menunjukkan pertumbuhan pada kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen serta 6,91 persen.
 
Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan oleh perusahaan industri di sektor keramik dan tekstil pemegang Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), Khayam melakukan peninjauan di PT Surya Toto Indonesia Tbk dan PT Adis Dimension Footwear PCC di Cikupa, Tangerang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam kurun waktu hampir dua tahun, perusahaan-perusahan yang kami tinjau sudah bisa menerapkan protokol kesehatan dengan lebih detail, tentunya setelah melewati proses trial and error. Saat ini konsep penerapan protokol kesehatan di perusahaan adalah 6M ditambah 3T," ujar Khayam dalam siaran persnya, Rabu, 11 Agustus 2021.
 
Adapun penerapan 6M di perusahaan merujuk pada Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 tentang IOMKI pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Dalam aturan tersebut, terdapat kewajiban penerapan protokol kesehatan yang mencakup 6M: memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau cairan disinfektan, menjaga jarak, menjauhi dan mencegah terjadinya kerumunan, menghindari makan bersama, serta mengurangi pergerakan yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas pekerjaan.
 
Sedangkan 3T adalah pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) untuk memutus mata rantai penularan covid-19. 
 
"Kami mengamati bahwa physical distancing yang dilakukan di Toto juga maksimal. Sehingga sekalipun ada karyawan yang terpapar, penularannya bukan dari klaster perusahaan," ungkapnya.
 
Dia bilang perusahaan pemegang IOMKI wajib melaporkan aktivitasnya secara elektronik setiap Selasa dan Jumat melalui portal Sistem Informasi Industri Nasional atau SIINas (siinas.kemenperin.go.id). Hal ini guna memastikan pelaksanaannya protokol kesehatan di lingkungan industri.
 
"Dengan mematuhi aturan-aturan tersebut, diharapkan pabrik bisa berjalan dengan utilisasi seperti biasa, bahkan dapat terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk industri pada saat pandemi," pungkas Khayam.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif