Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

600 Ribu Data Subsidi Gaji Tak Bisa Dikonfirmasi Ulang BPJamsostek, Ini Alasannya

Ekonomi BPJS Ketenagakerjaan Kemenaker Berita BPJAMSOSTEK Bantuan Langsung Tunai
Media Indonesia.com • 02 Oktober 2020 09:39
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mencatat hingga gelombang kelima atau terakhir bantuan subsidi upah (BSU) berhasil mengumpulkan 14,8 juta data nomor rekening pekerja. Namun setelah dilakukan validasi berlapis, hanya menjadi 12,4 juta data pekerja yang bisa menerima BSU tersebut.
 
Selain itu terdapat 1,8 juta data yang dinyatakan tidak sesuai dengan kriteria yang diatur dalam Permenaker Nomor 14 tahun 2020. Serta terdapat sekitar 600 ribu data yang tidak berhasil dikonfirmasi ulang.
 
Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengatakan ada beberapa alasan yang mendasari data tersebut tidak berhasil dikonfirmasi ulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kondisi ini ditengarai terjadi karena berbagai faktor, seperti kondisi geografis Indonesia, dengan perusahaan peserta berada di daerah terpencil, sehingga mempersulit koordinasi dalam mengumpulkan data," kata Agus, dikutip dari mediaindonesia.com, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Selain koordinasi, kepemilikan rekening bank bagi pekerja di daerah terpencil juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi, terlebih penerimaan gaji disinyalir masih dibagikan secara manual.
 
Selain isu tersebut, Agus mengindikasikan bahwa permasalahan klasik terkait pelaporan data upah oleh perusahaan juga masih terjadi. Hal ini memaksa BPJamsostek harus ekstra selektif dalam melakukan validasi terkait kesesuaian data dengan kriteria Kemenaker.
 
Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Kamis, 1 Oktober 2020, bantuan subsidi gaji atau upah tahap I telah tersalurkan kepada 2.484.429 penerima atau setara 99,38 persen.
 
Kemudian tahap II telah tersalurkan kepada 2.981.533 penerima atau setara 99,38 persen, tahap III tersalurkan kepada 3.476.122 penerima atau setara 99,32 persen, dan tahap IV telah tersalurkan kepada 1.836.177.
 
Sementara untuk tahap V sedang dalam proses untuk penyaluran dana hingga ditransfer ke rekening pekerja. Agus menerangkan bahwa salah satu kriteria yang diterbitkan Kemenaker untuk penerima BSU adalah upah pekerja di bawah Rp5 juta.
 
"Sementara masih sering kita dapati kasus pelaporan data upah yang disalahgunakan dan cenderung merugikan pekerja karena lebih rendah daripada yang sebenarnya," ungkap Agus.
 
Ini menjadi tugas besar BPJamsostek bersama seluruh pekerja dan stakeholders karena upah yang dilaporkan menjadi acuan perhitungan manfaat yang akan diterima nantinya.
 
"Program BSU dari pemerintah ini selain mampu meringankan beban ekonomi masyarakat pekerja, juga membuka mata masyarakat tentang pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Semoga momentum ini terus terjaga sehingga seluruh pekerja Indonesia terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJamsostek," tutup Agus.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif