Ilustrasi. Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok. Pupuk Indonesia

Hadapi Lebaran dan Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok hingga Enam Pekan

Husen Miftahudin • 10 Mei 2021 16:10
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk untuk memenuhi kebutuhan enam pekan ke depan guna menghadapi hari raya Idulfitri dan musim tanam. Terdapat sebanyak 803 ribu ton di gudang-gudang kabupaten (lini III) di seluruh Indonesia.
 
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dari stok minimum ketentuan pemerintah sebesar 290 ribu ton. Rinciannya, pupuk Urea 349 ribu ton, NPK 175 ribu ton, ZA 102 ribu ton, SP-36 83 ribu ton, dan organik 93 ribu ton.
 
"Petugas lapangan kami memantau stok dan realisasi penyaluran secara harian, hingga mengevaluasi kinerja distributor setiap tiga bulan sekali dan kios resmi setiap enam bulan sekali," ujar Gusrizal dalam keterangan tertulisnya, Senin, 10 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gusrizal menambahkan, sebagai bentuk pengawasan, Pupuk Indonesia menempatkan 612 petugas lapangan di berbagai daerah. Melalui petugas ini, perusahaan rutin berkoordinasi dengan dinas pertanian dan perdagangan, distributor, hingga kios resmi di daerah.
 
Selain itu, perusahaan juga menerapkan digitalisasi guna memastikan kegiatan distribusi dapat dimonitor setiap saat. Di antaranya adalah dengan menerapkan Distribution Planning and Control System (DPCS), yaitu sistem untuk merencanakan dan memantau pergerakan kapal, angkutan darat dan kondisi stok di gudang secara real time. Kemudian Web Commerce (WCM) untuk penebusan pupuk secara online, dan sebagainya.
 
"Sehingga monitoring bisa kami lakukan secara online dari gudang produsen (lini I) hingga ke gudang penyangga (lini II) di tingkat provinsi," papar Gusrizal.
 
Pupuk Indonesia juga memperkenalkan sistem informasi niaga yang bertujuan untuk memantau pergerakan pupuk bersubsidi dari gudang distributor (lini III) hingga ke ke seluruh kios resmi (lini IV). Penyaluran pupuk bersubsidi ini berdasar pada data alokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada awal tahun.
 
Ia mengungkapkan bahwa pupuk bersubsidi disalurkan dengan prinsip 6 Tepat, yaitu tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat harga. Agar tepat sasaran, penyaluran pupuk bersubsidi turut diverifikasi dan divalidasi oleh Kementan.
 
Sedangkan untuk pengawasan pupuk bersubsidi, hal ini dilakukan mulai dari Kementerian Pertanian (Kementan) di tingkat pusat, Pupuk Indonesia, serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di tingkat provinsi dan kabupaten.
 
Dalam penyalurannya, Pupuk Indonesia berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020. Dalam aturan ini, alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2021 ditetapkan sebesar 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.
 
"Sesuai dengan ketentuan pemerintah, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang menggarap lahan kurang dari dua hektare, tergabung dalam kelompok tani, menyusun elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan untuk sebagian daerah harus memiliki Kartu Tani. Belilah pupuk bersubsidi di kios resmi," tutup Gusrizal.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif