Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Phapros Ekspor Produk ke Afghanistan-Myanmar Senilai Rp1,8 Miliar

Ekonomi ekspor Phapros
Angga Bratadharma • 20 Oktober 2020 14:14
Jakarta: PT Phapros Tbk, melalui anak usahanya, melakukan ekspor produk berupa antibiotik, obat resep kortikosteroid, dan obat untuk sakit maag. Adapun negara tujuan ekspor tersebut yakni ke Afghanistan dan Myanmar senilai Rp1,8 miliar.
 
Dalam hal ini, PT Lucas Djaja merupakan anak usaha PT Phapros Tbk yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Pelepasan ekspor dilakukan oleh Direktur Utama PT Lucas Djaja Ninung Murtini pada akhir pekan lalu. Ninung mengatakan produk yang diekspor merupakan antibiotik jenis amoxicillin, obat resep kortikosteroid jenis dexamethasone, dan obat untuk sakit maag.
 
"Ekspor dilakukan karena ada kebutuhan di sana dan total nilainya mencapai lebih dari USD120 ribu atau sekitar lebih dari Rp1,8 miliar. Adapun hingga pertengahan Oktober 2020 ini total nilai ekspor kami tumbuh sebanyak 17 persen," ujar Ninung, dalam keterangan resminya, Selasa, 20 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelepasan ekspor tersebut, lanjutnya, merupakan kontainer yang ke-12 sampai ke-14. Sampai dengan akhir November 2020, tegasnya, total jumlah kontainer ekspor mencapai 17 kontainer. Sebelumnya, pada 2017, Phapros yang juga anak usaha PT Kimia Farma ini, telah melakukan ekspor ke Nigeria.
 
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Phapros Tbk Hadi Kardoko berharap ekspor yang dilakukan PT Lucas Djaja bisa mendongkrak konsolidasi pendapatan ekspor perusahaan hingga di atas lima persen. PT Lucas Djaja resmi diakuisisi oleh PT Phapros, Tbk pada akhir 2018 dengan kepemilikan saham sebesar 90,22 persen.
 
"Kami tetap gencar melakukan ekspansi bisnis di tahun ini, meski di tengah pandemi covid-19 saat ini," tegas Hadi.
 
Di sisi lain, Phapros, anak usaha PT Kimia Farma Tbk, menargetkan pendapatan dan laba mampu tumbuh di atas 10 persen di sepanjang 2020, meski ada tantangan berat berupa pandemi covid-19. Sebagai perbandingan, pada 2019, Phapros mencetak laba tahun berjalan sebesar Rp1,02 triliun dan laba kotor sebesar Rp609,4 miliar.
 
Direktur Keuangan Phapros Heru Marsono menjelaskan target jangka pendek yang dikejar Phapros adalah mencetak laba dan pendapatan yang positif. Adapun langkah yang dilakukan di antaranya efisiensi dan melakukan strategi pemilihan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di tengah pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
 
"Kita menargetkan rata-rata di atas 10 persen untuk target laba dan revenue (di 2020). Target jangka pendek kita adalah pencapaian target laba dan revenue. Kita sudah melakukan berbagai strategi termasuk efisiensi (untuk mencapai target laba dan revenue)," pungkas Heru.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif