Ilustrasi vaksin Sinovac - - Foto: AFP
Ilustrasi vaksin Sinovac - - Foto: AFP

Peneliti Pastikan Vaksin Sinovac Aman

Ekonomi pandemi covid-19 vaksin covid-19 Sinovac
Husen Miftahudin • 19 November 2020 14:53
Jakarta: Uji klinis vaksin Sinovac telah masuk tahap ketiga atau selesai diujicobakan kepada seluruh relawan. Penelitian tersebut dikawal langsung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum digunakan oleh masyarakat secara luas.
 
Kendati demikian, masih beredar mitos-mitos mengenai vaksin di masyarakat yang perlu diklarifikasi oleh para ahli. Sebagian masyarakat meragukan keamanan dan kemanjuran vaksin covid-19 yang kini masih dalam proses pengujian.
 
"Masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar. Hal yang tidak masuk akal harus kita tinggalkan. Terutama harus hati-hati untuk membagikannya dengan orang lain," ucap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Cissy Kartasasmita dalam keterangan resminya, Kamis, 19 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan vaksin merupakan cara mencegah infeksi penyakit tertentu dengan efisien dan efektif. Vaksin terbukti mampu mencegah banyak penyakit seperti, BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, HPV.
 
"Yang perlu diketahui pula, apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity. Ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti, bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun," paparnya.
 
Menurut dia, penolakan yang luas terhadap vaksin covid-19 justru menghambat terciptanya kekebalan kelompok yang diinginkan. Minimal cakupan imunisasi covid-19 mencapai 70 persen dari jumlah populasi.
 
"Di sisi lain, teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju serta ketersediaan biaya mempercepat proses penemuan vaksin covid-19, di mana fase-fase yang harus dilalui dilakukan secara paralel," papar Cissy.
 
Laporan keamanan uji klinik vaksin covid-19 fase satu dan dua juga telah dipublikasikan pada publikasi internasional, dan menunjukkan hasil yang baik. Hasil tersebutlah yang menarik minat lebih dari 2.000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung. Dari 2.000 relawan tersebut, 1.620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menunggu laporan hasil uji resminya.
 
"Tidak ditemukan efek samping yang berat, info atau berita mengenai adanya yang meninggal, sakit berat, sakit punggung, itu tidak terbukti dari hasil uji klinik vaksin covid-19. Setelah dilakukan penelitian, kejadiannya ternyata tidak berhubungan langsung dengan vaksinasi," tegas Cissy.
 
Dalam kesempatan tersebut, Cissy juga mengimbau pada orang tua untuk tetap rutin memberikan vaksin kepada anak-anak dan balita. Ada 12 program imunisasi nasional yang diberikan gratis pada anak-anak dan balita.
 
"Vaksin adalah salah satu cara kita untuk terlindungi dari infeksi penyakit tertentu. Namun kita tetap harus melakukan perilaku 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman) secara disiplin, sampai akhir pandemi nanti." pungkas Cissy.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif