Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: dok Kementerian ESDM.
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: dok Kementerian ESDM.

Pengganti Chevron dan Shell di Dua Proyek Raksasa Semoga Hadir di 2021

Ekonomi Kementerian ESDM chevron shell Blok Masela
Suci Sedya Utami • 07 Januari 2021 17:53
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengharapkan pengganti PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di proyek Ultra Laut Dalam (Indonesia Deepwater Development/IDD) dan Shell Upstream Overseas Ltd di Blok Masela bisa didapakan di 2021.
 
CPI bakal melepas hak kelolanya di proyek IDD. Saat ini CPI masih merampungkan diskusi peralihan pengembangan proyek tersebut bersama perusahaan migas asal Italia, Eni S.p.A. Apabila Eni nantinya benar menjadi pengganti CPI, maka Eni sebagai kontraktor baru bisa mengajukan revisi proposal rencana pengembangan (POD) proyek tersebut.
 
"Eni menunjukkan minatnya yang serius ada 800 mmscfd yang akan diproduksi di sana yang akan bisa mendukung LNG di Bontang, diharapkan negosiasi bisa diselesaikan pada kuartal I-2021," kata Arifin dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk Shell, seperti diketahui pada awal 2020 perusahaan tersebut menyatakan niatan untuk hengkang dari konsorsium pengelolaan Blok Masela. Shell berencana melepas hak partisipasinya yang sebesar 35 persen di blok tersebut.
 
Saat ini, pemegang hak partisipasi terbesar, Inpex Corporation melalui Inpex Masela Ltd dibantu otoritas terkait yakni Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah mencari mitra baru pengganti Shell.
 
"Akhirnya sedang ditempuh upaya untuk mencarikan partner altrenatif dan akan dilakukan tahun ini," ujar Arifin.
 
Kendati bakal hengkang, Shell tetap berkomitmen untuk memenuhi program kerja yang sudah disepakati sesuai POD yang dikeluarkan hingga adanya mitra baru di wilayah kerja migas tersebut.
 
Lapangan Abadi Masela ditargetkan onstream pada 2026 dengan kumulatif produksi selama kontrak sebesar 16,38 triliun standar kaki kubik atau TSCF (gross). Adapun penjualan gasnya sebesar 12,95 TSCF dengan kapasitas produksi Kilang LNG 9,5 juta ton per tahun (MTPA) dan 150 juta standar kaki kubik (mmscfd) untuk gas pipa, serta produksi kumulatif kondensat sebesar 255,28 juta barel (MMSTB).
 
Sementara untuk proyek IDD, berdasarkan  data SKK Migas bisa berproduksi hingga 1.120 juta kaki kubik per hari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMscfd) gas dan minyak 40 ribu barel per hari (bph). Proyek ini sedianya akan beroperasi pada kuartal I-2024.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif