Sepeda Brompton. Foto ; AFP.
Sepeda Brompton. Foto ; AFP.

Alasan Brompton Disukai Kaum Urban

Ekonomi sepeda Bisnis Sepeda
Ilham wibowo • 02 Juli 2020 12:47
Jakarta: Penggunaan sepeda lipat di perkotaan kian populer dengan makin banyaknya masyarakat yang peduli kesehatan. Jenis sepeda ini juga nyaman digunakan untuk berpindah transportasi umum.
 
Sekjen Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan bahwa sepeda lipat asal Inggris, Brompton, menjadi sepeda dengan desain lipatan terkecil yang membuatnya sangat efisien menunjang aktivitas kerja sekaligus berolahraga. Masyarakat di perkotaan juga bisa dengan mudah membawanya melewati jalur yang sempit.
 
"Menjadi satu satunya sepeda lipatan terkecil saat ini yang praktis untuk sepeda commuter sehingga Brompton itu sangat digemari masyarakat," kata Eko kepada Medcom.id, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain fungsi, Brompton juga punya strategi pemasaran yang baik dengan dengan menggandeng banyak publik figur di Eropa. Sepeda yang pertama kali muncul pada 1976 itu pun terkenal di berbagai negara termasuk Indonesia.
 
"Minat tinggi yang di masyarakat dan strategi Brompton yang efektif dengan menggunakan publik figur dan exposure yang cukup kuat," ungkapnya.
 
Peminat sepeda lipat Brompton di Indonesia juga terus meningkat dengan hadirnya empat distributor resmi. Awalnya sepeda ini hanya dijual satuan dari orang yang telah berkunjung ke Eropa.
 
"Sepeda ini awalnya masuk tanpa proses impor keagenan karena tidak ada SNI dan banyak orang yang hand carry kalau jual. Akhirnya dari pihak Brompton mengajukan upaya legal semuanya dan SNI udah keluar untuk Brompton," paparnya.
 
Menurut Eko, kenaikan penjualan sepeda Brompton sudah terasa sejak kemunculan infrastruktur terbaru di DKI Jakarta yakni kereta MRT. Pekerja di kawasan Sudirman-Thamrin pun bisa dengan leluasa membawa sepeda dan berpindah transportasi untuk menghemat sebagian waktu dan tenaganya.
 
"Adanya MRT membuat banyak orang ke kantor bersepeda pagi dan pulang juga pakai karena mudah. Dia tinggal naik stasiun terdekat lalu lipat sepedanya, sampai Sudirman buka lagi dan jalan. Itu sudah lumayan jadi pertimbangan masyarakat traveling dengan sepeda," ucap Eko.
 
Meski harganya terbilang cukup tinggi dibandingkan jenis sepeda lain buatan pabrikan lokal, sepeda Brompton tetap banyak penggemar. Harga termurah di Tanah Air saat ini berada di angka Rp32 juta per unit.
 
Harga sepeda yang desain modular yang patennya pertama kali diajukan oleh Andrew Ritchie itu pun kian melonjak selama pandemi covid-19. Fenomena tersebut seiring ketersediaan produk terbatas di Indonesia lantaran importir mesti berebut dengan negara lain yang juga mengalami peningkatan tren bersepeda.
 
"Sekarang harga sepeda Brompton itu sudah naik dua kali lipat dari harga normal karena suplai kurang dan minat tinggi, sekarang banyak orang masukin sepeda lalu dijual lagi di sini," pungkasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif