AP I gandeng Pelita Air untuk bisnis kargo
AP I gandeng Pelita Air untuk bisnis kargo

AP I Gandeng Pelita Air untuk Bisnis Kargo

Ekonomi angkasa pura 1 Bisnis Kargo
Suci Sedya Utami • 04 Juni 2020 17:44
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Logistik menggandeng maskapai penebangan nasional PT Pelita Air Service meluncurkan layanan penerbangan air freight untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia.
 
Kerja sama ini dalam bentuk sewa pesawat milik Pelita Air oleh AP Logistik yang nantinya khusus untuk mengangkut kargo atau barang-barang logistik. AP Logistik nantinya akan menggunakan dua pesawat ATR 72-500F.
 
"Ini bagian dari kontrak yang ditandatangani dengan Pelita di Januari 2020. Kita lakukan charter jangka panjang dengan Pelita sebanyak dua pesawat ATR," kata Direktur Utama AP Logistik Danny P Thaharsyah dalam inagurasi flight pesawat kargo tersebut, Kamis, 4 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Danny menjelaskan bisnis freighter ini telah dijajaki sejak pertengahan tahun lalu dengan perkiraan bahwa potensi bisnis kargo di Indonesia masih sangat besar. Ia mengatakan, sebelumnya AP Logistik juga telah mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737 untuk bisnis kargonya.
 
Adapun pesawwat ATR memiliki frekuensi penerbangan lima kali seminggu dengan menjalani dua rute, yakni Jakarta-Banjarmasin-Surabaya-Banjarmasin-Jakarta selama tiga kali dalam seminggu. Kemudian Jakarta-Batam-Jakarta dengan frekuensi dua kali seminggu.
 
"Sementara rutenya masih itu, tapi nanti dinamis melihat perkembangan rute yang ada ke depannya," ujar Danny.
 
Danny bilang penggunaan pesawat ATR ini nantinya akan memperkuat bisnis kargo AP Logistik terutama ke daerah-daerah yang memiliki bandara dengan landasan yang tidak terlalu panjang.
 
Plt Dirut Pelita Air Service M Priyadi mengatakan ATR merupakan jenis pesawat yang ekonomis dan yang terpenting bisa mendarat di landasan yang tidak terlalu panjang, terutama di kawasan Indonesia timur.
 
"Panjang landasan 1.200 masih bisa landing. Ini suatu keunggulan ATR. Serta kemampuan mengangkut kargonya 8,4 ton. Ini angka yang lumayan bagus, cukup banyak muatannya," tutur Priyadi.
 
Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Utama AP I Faik Fahmi. Faik mengatakan kerja sama ini merupakan salah satu wujud inovasi dan terobosan baru bagi AP I untuk bisa menjaga bisnis di tengah tekanan pandemi covid-19.
 
Ia bilang ini merupakan bagian dari inisiatif program survival strategy dan reborn strategy perseroan.
 
"Ini akan memberikan dampak cukup signifikan, karena saat ini bisnis kargo sangat tergantung dengan regular flight (pesawat penumpang), ketika pesawat penumpangnya gagal terbang maka kargonya juga tidak terbang. Dan juga freighter yang beroperasi di Indonesia sangat terbatas. Kita harap ini sukses dan berkembang ke depannya untuk membawa bisnis kargo ke depannya lebih baik lagi," pungkas Faik.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif