Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: MI/SUSANTO
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. FOTO: MI/SUSANTO

Impor Daging Kerbau Terhambat Wabah Covid-19

Ekonomi daging daging kerbau
Ilham wibowo • 10 April 2020 08:01
Jakarta: Dirut Perum Bulog (Persero) Budi Waseso mengaku pihaknya mengalami kendala mendatangkan daging kerbau impor yang dipasok dari India. Negara tersebut saat ini tengah menerapkan penanganan pandemi virus korona (covid-19) dalam skala besar.
 
Pria yang akrab disapa Buwas ini memaparkan bahwa pengajuan impor telah dilakukan jauh hari sebelum covid-19 yang bermula di Wuhan, Tiongkok bisa menyebar hingga ke India. Menurutnya, pengajuan yang sedianya telah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas tak lantas segera disikapi Kementerian Perdagangan dalam menugaskan Bulog sebagai importir.
 
"Itu sudah diputus di Rakortas sebenarnya, tetapi kami tidak mendapatkan izinnya untuk mengimpor dan diberikan terakhir kemarin setelah covid-19 (menyebar), India lockdown jadi sulit kami," kata Buwas dalam RDP virtual bersama Komisi IV DPR, Kamis, 9 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti kebutuhan pokok lainnya, proyeksi impor daging kerbau dilakukan setalah analisis data sejumlah lembaga negara seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI) dan Badan Intelejen Negara (BIN). Stok daging dari produsen dalam negeri, perlu ditambah menghadapi lonjakan harga dalam momentum Ramadan dan Idulfitri.
 
Data BPS menyebut konsumsi daging nasional mencapai sebesar 2,66 per kapita per tahun dan kebutuhan sampai Mei 2020 diperkirakan sebesar 302.300 ton. Saat ini, stok daging kerbau yang dimiliki Bulog tinggal 113,21 ton dan ketersediaan daging sapi atau kerbau sampai Mei 2020 berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 165.478 ton.
 
"Ini terhambat karena memang ada keterlambatan pada perizinan. Terus terang untuk masalah daging kerbau, kami tidak bisa mendatangkan karena India tidak bisa lagi," ungkap Budi.
 
Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto menyebut stok daging kerbau impor akan masuk sebelum Ramadan. Penugasan impor telah diberikan kepada Perum Bulog (Persero).
 
"Harapan kami sebelum Ramadan daging ini sudah masuk di pasaran dan stabilkan harga daging di pasaran," kata Suhanto melalui video konferensi, Rabu, 25 Maret 2020.
 
Selain Bulog, Kemendag juga menugaskan kepada perusahaan BUMN lain untuk mempercepat proses impor. Total kuota impor daging kerbau yang diberikan yakni sebanyak 170 ribu ton. "Saat ini untuk Bulog telah dikeluarkan izin impornya dalam proses memasukan daging kerbau tersebut," tutupnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif