Ilustrasi. Foto: MI/MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. Foto: MI/MI/Galih Pradipta

Persatuan Insinyur Indonesia Bersiap Hadapi New Normal

Ekonomi persatuan insinyur indonesia virus corona New Normal
Ilham wibowo • 11 Mei 2020 11:59
Jakarta: Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menyebut perlunya adaptasi di tengah situasi pandemi covid-19. Bidang keinsinyuran tetap dituntut memberi kontribusi nyata untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi normal baru (new normal).
 
“Sekarang banyak hal berubah. Insinyur sebagai kalangan cerdik cendekia wajib memberi kontribusi konkret dalam kehidupan masyarakat kini di masa pandemi dan nanti. Di sinilah insinyur harus berperan dan berinovasi agar dalam situasi apapun kita semua siap beradaptasi,” ujar Heru melalui keterangan tertulisnya, Senin, 11 Mei 2020.
 
PII telah melaksanakan focus group discussion (FGD) secara daring yang diikuti oleh hampir 400 orang peserta yang mengikuti paparan 23 bidang keinsinyuran. Berbagai skema menuju kondisi normal baru dijelaskan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara khusus, Heru menyoroti pentingnya identifikasi normal baru di setiap bidang, sekaligus mempersiapkan masyarakat untuk menghadapinya. Ia meyakini masih ada peluang untuk bisa berkembang di tengah kesulitan.
 
“Ini FGD yang holistik dari A sampai Z, PII dan seluruh bidang keinsinyuran melakukan identifikasi apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi pascapandemi, apa tantangannya bagi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, juga bagaimana cara beradaptasi di setiap bidang keinsinyuran itu, sekaligus tentu saja apa peluang di masa depan dari berbagai tantangan yang kita hadapi sekarang ini,” papar Heru.
 
Heru juga menekankan pentingnya kejelian melihat berbagai peluang dalam masa yang menantang ini. Peran insinyur diharapkan bisa membantu mempersiapkan masyarakat agar lebih siap menjalani masa pandemi dan melanjutkan kehidupannya agar lebih baik.
 
“Insinyur Indonesia harus mampu mengubah semua tantangan sekarang ini menjadi potensi dan peluang-peluang baru di masa depan,” ungkapnya.
 
Heru menambahkan bahwa pihaknya akan menyusun sebuah rekomendasi ilmiah yang hasilnya bisa menjadi acuan pemerintah, dunia usaha, akademik dan masyarakat. Hasil FGD ini akan menjadi pembelajaran penting sekaligus juga menata ulang pondasi bidang-bidang keinsinyuran untuk mampu beradaptasi dengan kondisi normal baru nanti.
 
"Tentu termasuk skema dan prioritas anggaran juga harus berani berubah, karena kita masuk fase normal baru yang sama sekali beda dengan kondisi sebelumnya,” tegas Heru.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Penasehat PII yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kehidupan normal baru di masyarakat termasuk kehidupan berekonomi yang menyesuaikan dengan penyakit. Menurutnya, Pemerintah terus mengkaji sejumlah langkah relaksasi untuk menekan dampak negatif akibat situasi yang tidak pasti saat ini.
 
“Sekuat tenaga kita berupaya agar bencana kesehatan ini tidak menjadi bencana ekonomi, apalagi kemudian menjadi bencana keuangan dan politik," kata Airlangga.
 
Sementara Wakil Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga dalam paparannya menyoroti konsep smart city di masa depan jangan diartikan hanya terkait teknologi informasi saja. Konsep dan menghadapi normal baru juga harus mencakup smart economy, smart government, smart mobility, dan smart living dalam perancangannya.
 
“Belajar dari kondisi pandemi ini, ke depan perencanaan pengembangan kota harus bisa memastikan kesediaan sarana dan prasarana medis yang sesuai dengan standar kesehatan. Bahkan ruang terbuka hijau dan ruang komunitas kelak harus didesain untuk dapat difungsikan pada kondisi darurat seperti penyimpanan obat, sosialisasi bencana, dan lain sebagainya,” papar Danis yang juga Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR ini.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif