Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Roylinus Ratumakin
Ilustrasi - - Foto: Medcom/ Roylinus Ratumakin

Bulog Sebut Belum Ada Lonjakan Konsumsi Imbas Covid-19

Ekonomi Virus Korona stok beras bulog
Roylinus Ratumakin • 28 Maret 2020 16:40
Jayapura: Badan Urusan Logistik (Bulog) Regional Provinsi Papua dan Papua Barat menyebut belum ada lonjakan atau permintaan yang signifikan akibat penyebaran virus korona atau covid-19.
 
“Stok beras ada 34 ribu ton untuk wilayah Papua dan Papua Barat. Khusus di Papua ada 26.400 ton untuk cadangan beras pemerintah ataupun beras komersial,” kata Kepala Divisi Regional Bulog Papua dan Papua Barat Sopran Kenedi di Jayapura, Papua, Sabtu, 28 Maret 2020.

 
Sopran mengungkapkan penyaluran beras rutin di kisaran 6.000 ton sampai 10 ribu ton. Karena itu, stok yang dikuasai Bulog saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan empat bulan ke depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Secara simultan Bulog akan terus melakukan penambahan stok dari Merauke, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur sekaligus pemenuhan dalam bantuan pangan non-tunai, dan ASN,” ujarnya.
 
Bulog pun siap melakukan kerja sama dengan instansi lain, pengecer, dan distributor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. “Paling tidak menyediakan kebutuhan pokok secara cukup paling tidak untuk menstabilkan harga,” katanya.

 
Anggota Komisi II DPR Papua Bidang Ekonomi Mustakim mengajak masyarakat agar tidak panic buying. Hal itu akan memicu kenaikan harga pangan di tingkat pengencer.
 
“Saya imbau kepada pengencer dan distributor di Papua agar menjaga Papua tetap aman dan terkendali khususnya ketersediaan pangan. Kepada pengencer, jangan menaikkan spekulasi harga dan barang,” jelas Mustakim.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif