Penjualan Sepeda. Foto : MI.
Penjualan Sepeda. Foto : MI.

Pengusaha Kaget Penjualan Sepeda Meroket

Ekonomi sepeda pandemi covid-19 Bisnis Sepeda
Ilham wibowo • 23 Juni 2020 13:03
Jakarta: Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang memprioritaskan kesehatan selama pandemi covid-19 mendorong kegiatan bersepeda semakin ramai. Fenomena itu turut pula berdampak pada penjualan produk kendaraan kayuh yang meningkat tajam beberapa bulan terakhir.
 
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan bahwa meningkatnya penjualan sepeda di Tanah Air sangat mengejutkan. Situasi ini berbanding terbalik dengan proyeksi ekonomi yang menyebutkan bahwa penurunan daya beli masyarakat akan lebih lama lantaran wabah.
 
"Di saat semua informasi berbicara pertumbuhan ekonomi negatif, mereka (pengusaha sepeda) sangat kaget pada saat permintaan tinggi, penjualan sepeda sangat signifikan dibandingkan penjual normal," kata Eko kepada Medcom.id, Selasa, 23 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Eko, penjualan produk sepeda selama pandemi covid-19 sudah melewati siklus tertinggi seperti di musim Lebaran atau liburan sekolah. Peningkatan di luar ekspektasi para pengusaha tersebut bahkan telah mencapai tiga sampai empat kali lipat dari kondisi normal.
 
"Biasanya peningkatan itu dua sampai 2,5 kali, nah kalau sekarang ini sudah tiga sampai empat kali lipat penjualan. Luar biasa tinggi atensi masyarakat dan yang tidak kami duga ternyata masih ada buying power untuk bisa membeli sepeda dan ini luar biasa di luar dugaan," ungkapnya.
 
Sepeda lipat dan sepeda gunung atau MTB jadi jenis produk yang paling laris manis dari segi penjualan. Menurut Eko, stok produk merek ternama baik lokal maupun asing kondisinya sudah habis di tingkat distributor.
 
"Kota besar seperti DKI Jakarta paling besar karena menyangkut daya beli, secara umum Pulau Jawa cukup tinggi untuk penjualannya yang signifikan," tuturnya.
 
Meski permintaan produk sepeda sedang tinggi, Eko menambahkan, situasi ini tak bisa dimanfaatkan maksimal lantaran produsen di dalam negeri mengalami kendala material penting yang masih perlu diimpor. Distributor produk jadi impor juga mengalami kendala yang sama terutama ketersediaan barang terbatas lantaran fenomena peningkatan bersepeda juga terjadi di banyak negara.
 
"Andai kata ada pembuat komponen di Indonesia, spesifikasinya belum sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada. Selama pandemi ini permintaan sepeda di banyak negara seperti Eropa Amerika dan Tiongkok juga sedang meningkat," ucap Eko.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif