"Jadi beban terendah saat normal sekitar 16 ribu-17 ribu MW. Di Idulfitri kami prediksi mencapai 20.201 ribu MW," ungkap Haryanto dalam konferensi pers secara virtual, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 11 Mei 2021.
Kenaikan beban listrik selama Lebaran disampaikan Haryanto, pernah terjadi pada tahun lalu, saat ada pelarangan mudik juga. Tercatat puncak beban listrik mencapai 19 ribu MW pada 2020. "Ada kenaikan sekitar 1.000 MW jika dibandingkan tahun lalu," ucap Haryanto.
PLN, ungkapnya, menyiapkan masa siaga yang dimulai sejak 6 hingga 21 Mei. Setiap unit operasional juga dikatakan menyiapkan posko siaga yang dilengkapi personel.
"Kami juga memantau di tempat khusus, seperti tempat ibadah, lalu lakukan inspeksi rutin instalasi dan kerawanan proyek eksternal," pungkas Haryanto.
Sebelumnya, Haryanto menyebut saat ini kapasitas kelistrikan yang terpasang di sistem Jamali mencapai 40.115 MW dengan kapasitas mampu sebesar 37.301 MW. Pada tahun depan pun diprediksi ada penambahan pasokan listrik dengan kehadiran sejumlah pembangkit dari pengembang swasta (IPP) yang akan beroperasi dengan kapasitas pembangkit bisa mencapai 4.000-5.000 MW di 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News