Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung pembagian BLT BBM di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Foto: dok BPMI Setpres.
Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung pembagian BLT BBM di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara. Foto: dok BPMI Setpres.

Sudah Ada 19,7 Juta Orang yang Dapat BLT BBM, Presiden: Sudah Hampir Selesai!

Media Indonesia • 28 September 2022 11:21
Baubau: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sudah hampir mencapai mencapai target. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Pulau Buton, Kota Baubau kemarin.
 
"Yang berkaitan dengan BLT BBM, realisasi sampai hari ini sudah 19,7 juta penerima manfaat, artinya sudah 95,9 persen, sudah hampir selesai," kata Jokowi, dikutip Rabu, 28 September 2022.
 
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Beni Sujanto yang hadir mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan penyaluran di tiga titik di Pulau Buton dihadiri oleh 300 Keluarga Penerima Manfaat yang menerima secara simbolis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penerima manfaat yang dihadirkan di Sulawesi Tenggara di tiga titik lokasi yaitu di Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Buton Selatan. Masing-masing sebanyak 100 orang. Dari 100 orang itu adalah penerima BLT BBM dan penerima KPM PKH dan BPNT," katanya.
 
Hingga Selasa sore, 27 September 2022, penyaluran terus menunjukkan kenaikan realisasi, sehingga tercatat persentase realisasi penyaluran mencapai 96,50 persen atau telah disalurkan ke 19,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
 
Kementerian Sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran BLT BBM Tahap I pada September 2022. BLT BBM Tahap II akan disalurkan pada Desember 2022. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan skema penyaluran di kantor pos wilayah masing-masing dan skema komunitas untuk kawasan 3T.
 
Bagi lansia, penyandang disabilitas dan penerima manfaat dalam kondisi sakit, PT Pos Indonesia mengantarkan langsung BLT BBM ke rumah masing-masing penerima tersebut (door to door).
 
Berdasarkan wilayah administrasi, BLT BBM telah disalurkan ke 80.013 Desa/Kelurahan, 7.008 Kecamatan, 506 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi di Indonesia.
 
Di Pulau Sumatra, realisasi penyaluran BLT BBM telah mencapai 98,36 persen di Provinsi Aceh, 97,23 persen di Sumatra Utara, 97,52 persen di Sumatra Selatan, 97,36 persen di Sumatra Barat, 96,25 persen di Riau, 97,99 persen di Jambi, 97,55 persen di Bengkulu, dan 98,41 persen di Lampung.
 
Untuk realisasi penyaluran BLT BBM di Bangka Belitung telah mencapai 94,89 persen dan di Kepulauan Riau telah mencapai 97,21 persen.
 
BLT BBM yang telah disalurkan di Pulau Jawa dengan realisasi penyaluran sebesar 99,00 persen di Banten, 97,73 persen di DKI Jakarta, 99,29 persen di Jawa Barat, 98,42 persen di Jawa Tengah, 97,64 persen di DI Yogyakarta, dan 98,34 persen di Jawa Timur.
 
Di Pulau Kalimantan, realisasi penyaluran BLT BBM telah mencapai 94,07 persen di Kalimantan Barat, 95,01 persen di Kalimantan Selatan, 91,22 persen di Kalimantan Tengah, 92,06 persen di Kalimantan Timur, dan 87,90 persen di Kalimantan Utara.
 
Di Provinsi Bali, sebanyak 98,61 persen penyaluran BLT BBM telah terealisasi. Kemudian realisasi penyaluran BLT BBM juga telah mencapai 97,91 persen di Nusa Tenggara Barat dan 90,45 persen di Nusa Tenggara Timur.
 
Baca juga: Penyaluran BLT BBM di DKI Sudah 97%, Dikit Lagi Beres!

 
Di Pulau Sulawesi, Realisasi penyaluran BLT BBM mencapai 95,95 persen di Sulawesi Barat, 93,91 persen di Sulawesi Selatan, 95,81 persen di Sulawesi Tengah, 92,30 persen di Sulawesi Tenggara, 93,58 persen di Sulawesi Utara, dan 97,23 persen di Gorontalo.
 
Selain itu, BLT BBM juga telah disalurkan di Kepulauan Maluku, dengan persentase realisasi sebanyak 81,30 persen di Maluku dan 81,17 persen di Maluku Utara. Di Papua mencapai 58,40 persen dan di Papua Barat mencapai 67,69 persen realisasi penyaluran BLT BBM.
 
Senada dengan Beni, Executive Vice President Regional VI PT Pos Ronal Siahaan menuturkan pihaknya terus berupaya menyalurkan BLT BBM khususnya di daerah 3T agar target penyaluran bisa selesai tepat waktu. Untuk itu, PT Pos banyak melakukan penyaluran melalui skema komunitas dimana PT Pos mendekatkan diri ke penerima manfaat.
 
"Sulawesi Tenggara secara keseluruhan, khususnya daerah kepulauan yang kita terganggu dengan cuaca. Sehingga kadang-kadang kita harus menunggu berjam-jam atau bahkan sampai satu dua hari sampai cuaca dinyatakan layak untuk berlayar. Karena itu kita banyak melakukan skema komunitas, karna lebih cepat, kita juga dibantu oleh teman-teman dari Dinas Sosial termasuk dari TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan)," katanya.
(DINDA SHABRINA)
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif