PT Pertamina. Foto: Branda Antara
PT Pertamina. Foto: Branda Antara

Masuk Jajaran Fortune Global 500, Kinerja Pertamina Diapresiasi

Antara • 16 Agustus 2022 18:29
Jakarta: Komisi IV DPR mengapresiasi keberhasilan Pertamina kembali masuk ke dalam Fortune Global 500 pada 2022. Terlebih, tahun ini posisi BUMN energi tersebut melonjak 64 peringkat dari sebelumnya pada posisi 287. Artinya, kali ini Pertamina berada di peringkat 223 Fortune Global 500.
 
"Ini kan prestasi. Dan setiap prestasi pasti kita apresiasi. Pencapaian ini akan membangun semangat dan optimisme dalam mentransformasi perseroan," kata Anggota Komisi VI DPR, Rafli, dilansir dari Antara, Selasa, 16 Agustus 2022.
 
Berada di posisi 223 membuat Pertamina berada di urutan 21 di atas Idemitsu, perusahaan migas asal Jepang dan Repsol asal Spanyol. Raihan ini bisa dicapai karena peningkatan pendapatan dan laba bersih dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2021 Pertamina mencatatkan pendapatan sebesar USD57,51 miliar. Naik dibanding 2020 dengan angka pendapatan USD41,47 miliar. Laba bersih Pertamina juga naik jadi USD2,045 miliar atau Rp29,3 triliun. Naik hampir dua kali lipat dibanding pada 2020 yang meraih USD1,05 miliar atau Rp15,3 triliun.
 
Rafli berpesan transformasi perusahaan sebagai bagian dari strategi terhadap perubahan bisnis ke depan agar bisa bergerak lebih lincah dan lebih cepat. Pertamina pun diminta fokus untuk mengembangkan bisnis yang lebih luas dan agresif.
 
Dia yakin prestasi yang dicapai Pertamina akan diikuti oleh perusahaan BUMN lainnya. Apalagi pada 2022 ini Pertamina memang menjadi satu-satunya BUMN yang masuk ke dalam Fortune Global 500.
 
"Jangan cuma Pertamina. Semua perusahaan BUMN harus mampu bersaing di pasar global. Itu lebih bagus," kata Rafli.
 
Baca: Pertamina Catat 90 Ribu Kendaraan Mendaftar ke MyPertamina
 
Dia juga optimistis Pertamina akan menjadi perusahaan migas kelas dunia. Untuk itulah keberhasilan masuk ke dalam Fortune Global 500 agar tidak menjadikan Pertamina terlena. Sebaliknya, justru membuat perusahaan tersebut terus meningkatkan kinerja.
 
"Seharusnya Indonesia sejak dulu bisa menjadikan perusahaan BUMN sebagai perusahaan migas kelas dunia, mengingat sumber daya kita masih sangat menjanjikan,” ujarnya.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif