Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Indra Arief
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Indra Arief

Sri Mulyani Siap Intervensi Surat Utang Pemerintah

Ekonomi Virus Korona surat utang kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 10 Maret 2020 16:57
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah menyiapkan intervensi untuk menstabilkan pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau surat utang pemerintah. Hal ini demi menjaga obligasi pemerintah tetap kredibel dan stabil di tengah kekhawatiran penyebaran virus korona.
 
"Kalau sekarang ada jittery (gugup), ketidaknyamanan, itu sifatnya bukan fundamental tapi psikologis. Kita wajib stabilkan agar market nyaman dan rasional," kata Ani sapaannya di Kantor Pusat DJP, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2020.
 
Menurutnya upaya upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, bank sentral telah melakukan intervensi di pasar sekunder dengan membeli SBN, sedangkan OJK memberikan pelonggaran berupa buyback saham dan aturan auto rejection.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini untuk kembalikan rasionalitas market. Pasar dengan ketidaknyamanan atau merasa tidak aman karena ada virus maupun perang minyak antara Saudi dengan Rusia, mereka munculkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dengan mengalihkan investasi ke instrumen yang dianggap paling aman atau stabil," ungkap Ani.
 
Ia berharap koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ini bisa meredam gejolak di pasar keuangan. Pemerintah juga ingin psikologis pasar membaik, sehingga pelemahan yang terjadi segera berakhir.

 
"Ini langkah-langkah yang berhubungan langsung dengan market psychology. Namun dampak psikologis tetap harus diwaspadai. Kalau lama dan dalam, dia bisa pengaruhi fundamentalnya. Kita berupaya dengan BI, OJK, LPS untuk jaga agar pengaruhnya tidak masuk ke fundemantal," katanya.
 
Surat Berharga Negara (SBN) adalah produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah kepada Individu Warga Negara Indonesia. SBN terdiri atas dua kategori utama yaitu Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
 
SUN merupakan surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. Ketentuan mengenai SUN diatur dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.
 
Sementara SBSN atau Sukuk Negara ialah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing. Ketentuan mengenai SBSN diatur dalam Undang Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif