Ilustrasi turis asing di Bandara Ngurah Rai, Bali - - Foto: MI/ Panca Syurkani
Ilustrasi turis asing di Bandara Ngurah Rai, Bali - - Foto: MI/ Panca Syurkani

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp1 Miliar untuk ke Bali, Simak Penjelasannya!

Insi Nantika Jelita • 19 Oktober 2021 11:01
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan penjelasan detail perihal ketentuan asuransi bagi wisatawan mancanegara (wisman) mencapai USD100 ribu atau Rp1 miliar lebih untuk berkunjung ke Bali.
 
Asuransi tersebut bukan merupakan premi, melainkan biaya pertanggungan selama setahun yang dimiliki seorang turis asing. Pasalnya, wisman yang tidak tercatat sebagai WNI harus mengakses fasilitas kesehatan dengan biaya sendiri alias tidak menjadi tanggungan pemerintah Indonesia.
 
"Nilai Rp1 miliar tersebut merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi, bukan nilai premi yang dibayarkan wisman," jelas Sandiaga dalam Weekly Briefing virtual, dikutip Selasa, 19 Oktober 2021.

Berikut 2 premi asuransi kesehatan bagi wisman:

  1. Asuransi Rp800 ribu
  2. Asuransi Rp1 juta
Premi ini memiliki nilai tanggungan maksimal Rp1,6 miliar-Rp2 miliar dengan masa berlaku 30-60 hari. Asuransi ini di antaranya biaya kamar perawatan, ICU, biaya perawatan, biaya kunjungan dokter dan ambulans.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Premi tersebut merupakan syarat jika wisatawan mancanegara masuk ke negara lalu terjangkit penyakit, biayanya disediakan dari pihak asuransi.
 
Sejak dibuka 14 Oktober hingga hari ini, belum ada penerbangan internasional dari 19 negara yang tercatat mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Sandiaga mengatakan, hal ini dikarenakan wisatawan mancanegara memerlukan waktu lebih untuk mempersiapkan berbagai dokumen perjalanan.
 
Baca juga: Sambut Wisatawan Asing, Pantai Kuta Bali telah Memiliki Toilet Berstandar Bintang 5
 
Selain itu, Menparekraf berpandangan, wisman juga masih menunggu jadwal penerbangan dari pihak maskapai. Sebab, tidak semua maskapai sudah mulai membuka lagi penerbangan langsung dari negara asalnya ke Bali.
 
"Kemenparekraf sendiri turut mempromosikan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara melalui kerja sama dengan Biro Perjalanan Wisata (BPW) di 19 negara," sebutnya.

19 negara yang diizinkan masuk ke RI:

  1. Saudi Arabia
  2. United Arab Emirates
  3. Selandia Baru
  4. Kuwait
  5. Bahrain
  6. Qatar
  7. Tiongkok
  8. India
  9. Jepang
  10. Korea Selatan
  11. Liechtenstein
  12. Italia
  13. Perancis
  14. Portugal
  15. Spanyol
  16. Swedia
  17. Polandia
  18. Hungaria
  19. Norwegia

 
(Des)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif