Ilustrasi. FOTO: Cisco
Ilustrasi. FOTO: Cisco

Optimalkan Ekonomi Digital, Perusahaan Didorong untuk Cegah Serangan Siber

Angga Bratadharma • 29 September 2021 16:29
Jakarta: Lintasarta terus mendorong perusahaan untuk meningkatkan keamanan di tengah perkembangan ekonomi digital di Tanah Air. Pencegahan serangan siber sangat penting sekarang ini karena keamanan dan kenyamanan menjadi hal krusial bagi masyarakat saat menggunakan teknologi digital.
 
Salah satu upaya yang dilakukan yakni Lintasarta bekerja sama dengan Palo Alto dalam menghadirkan teknologi seri PA 400, Machine Learning-powered Next-Gen Firewall (NGFW) pertama di dunia. Kerja sama tersebut bertujuan agar perusahaan dapat lebih aktif mencegah serangan siber.
 
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatatkan ada ratusan juta serangan siber di sepanjang 2021. Dengan Machine Learning (ML) pada inti NGFW maka dapat memperkuat layanan keamanan dalam melakukan pencegahan dan mengidentifikasi serangan dalam bentuk malicious file dengan seketika, seperti menghentikan upaya phising.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami harap kerja sama ini mampu membantu perusahaan untuk memperluas zero trust network security yang lengkap di mana saja, mulai dari kantor cabang terkecil hingga lokasi paling terpencil," kata Lintasarta Marketing and Solution Director Ginandjar, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 September 2021.
 
Teknologi tersebut, lanjutnya, sangat memungkinkan perusahaan untuk mencegah serangan siber yang tidak pernah diketahui sebelumnya dan berkamuflase, termasuk pada Internet of Things (IoT), dan mengurangi kesalahan dari rekomendasi kebijakan otomatis untuk kantor cabang, retail, dan perusahaan kecil, menengah, dan besar.
 
"Teknologi seri PA 400 ini akan lebih memperkuat sistem security," jelasnya.
 
Di sisi lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pemerintah sedang menata peta jalan mengenai hilirisasi digital. "Pemerintah sedang menggodok hilirisasi industri digital. Di situ tentu bagaimana kita juga bisa memproteksi UMKM. Kita tidak mau (hanya) menjadi pasar," ujar Erick Thohir.
 
Menurut Erick, belum ada kata terlambat mengingat banyak juga pemerintah negara lain, seperti Malaysia, Jepang, Australia yang sedang mengejar dan melakukan penyesuaian tersebut. "Kita pemerintah Indonesia juga sedang melakukan pemetaan tersebut. Tentu ekosistemnya bagaimana kita BUMN tugasnya untuk mendampingi," pungkas Erick.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif