Mengutip data pergerakan pasar valuta asing pada pukul 09.14 WIB, rupiah berada di level Rp17.610,3 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 39,4 poin atau 0,22% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Baca juga: Capai Level Terbaik dalam Sebulan, Rupiah Menguat ke Rp17.572 per Dolar AS |
Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan penguatan tipis indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY). Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu tercatat naik 0,079 poin atau 0,08% ke level 98,920.
Pergerakan Mata Uang Regional dan Komoditas
Di kawasan Asia, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang regional berlangsung bervariasi. Rupiah melemah terhadap ringgit Malaysia dan yuan Tiongkok, tetapi menguat terhadap dolar Singapura, yen Jepang, baht Thailand, dan won Korea Selatan.Terhadap ringgit Malaysia, rupiah melemah sebesar 7,40 poin atau 0,17% ke level 4.331,85. Sementara itu, rupiah terhadap yuan Tiongkok melemah 0,54 poin atau 0,02% ke posisi 2.625,13.
Sebaliknya, rupiah menguat terhadap dolar Singapura sebesar 6,16 poin atau 0,04% ke level 13.886,80. Rupiah juga menguat terhadap yen Jepang sebesar 0,20 poin atau 0,17% ke posisi 114,49.
Penguatan rupiah turut terlihat terhadap baht Thailand dan won Korea Selatan. Masing-masing tercatat menguat 0,964 poin atau 0,18% ke level 531,664 serta 0,0308 poin atau 0,23% ke posisi 13,0962.
Sementara itu, euro terhadap rupiah bergerak stagnan di level 20.419,0. Tidak terdapat perubahan dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Di pasar komoditas, harga emas spot global yang tercermin dalam XAU/USD bergerak menguat tipis. Harga emas tercatat berada di level USD4.349,32 per troy ons, naik USD0,39 atau 0,01%.
Sentimen Pasar
Pelaku pasar mencermati rilis data neraca perdagangan domestik serta perkembangan arah kebijakan suku bunga global. Kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi likuiditas dan arus modal masuk (capital inflow) ke pasar keuangan negara berkembang.Pergerakan rupiah diperkirakan masih berfluktuasi sepanjang sesi perdagangan hari ini. Pelaku pasar akan memperhatikan perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS serta aset-aset berdenominasi rupiah.