"Tentu saja kita mendukung dan mengapresiasi berbagai program petani milenial dari Kementan, terutama semua kegiatan pembangunan yang dilakukan di Papua," kata Filep, dilansir dari Antara, Senin, 6 September 2021.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua beberapa hari yang lalu. Mentan memantau jalannya panen raya yang, dilakukan petani di Kabupaten Merauke. Selain itu, Mentan juga menyalurkan bantuan sebesar 19,43 miliar untuk mendorong lahan hutan sagu Sorong menjadi kawasan agrowisata.
Kemudian mendorong peningkatan kualitas penggilingan padi hingga pencetakan ribuan petani milenial Papua. Dengan kegiatan pembangunan ini, Filep merasa yakin akan membuat sistem baku SDM unggul serta standar hasil produksi hingga pemasaran hasil pertanian di Papua semakin berkembang pesat dan berkelanjutan.
"Karena itu, jika bekerja sama dengan berbagai pihak tentu pekerjaan menanamkan keinginan untuk bertani kepada kaum muda dapat menjadi lebih mudah. Saya berharap pemerintah juga terus membangun kerja sama dengan BUMN atau BUMD," katanya.
Filep menambahkan Papua sebagai wilayah perbatasan dengan negara lain dinilai memiliki potensi besar dalam memenuhi asupan makanan ekspor. Potensi tersebut misalnya adalah mengekspor beras nasional ke Negara Papua Nugini dan juga negara lain yang dekat dengan perbatasan.
"Saya kira dengan adanya Duta Petani Milenial pertanian kita akan memiliki standar mutu yang baik dan ekspor ke negara lain," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Provinsi Papua untuk mencetak lebih banyak SDM pertanian unggul yang siap menjadi wirausahawan muda dalam memperkuat sektor pertanian maju, mandiri dan modern.
Menurut Mentan langkah tersebut penting dilakukan mengingat Papua adalah daerah subur dengan lahan pertanian yang belum tergarap maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News