Panas Bumi. foto : Medcom.
Panas Bumi. foto : Medcom.

Butuh Investasi Rp68,6 Miliar untuk Kembangkan Panas Bumi

Ekonomi panas bumi investasi Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 06 Mei 2021 18:58
Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan butuh investasi yang besar untuk mengembangkan panas bumi.
 
Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Haris Yahya menyebut untuk mengembangkan panas bumi per satu megawatt dibutuhkan investasi sebesar USD4,7 juta. Besaran tersebut setara dengan Rp68,62 miliar dengan asumsi kurs Rp14.600 per USD.
 
"Pengembangan panas bumi membutuhkan investasi yang besar. Kalau kita catat kurang lebih USD4,7 juta setiap MW," kata Haris dalam webinar Sinergi Mendukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi, Kamis, 6 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini pula yang membuat pemanfaatan panas bumi untuk kelistrikan di Tanah Air kapasitasnya baru mencapai 2.130 MW atau 8,9 persen dari potensi atau sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia.
 
Selain investasi, pengembangan panas bumi juga memerlukan waktu yang lama dan risiko yang tinggi. Kendati demikian, pemerintah berupaya mencapai target pengembangan panas bumi sebesar 3.200 MW pada tahun 2025 dan 4.500 MW pada 2030.
 
"Upaya untuk meningkatkan kapasitas terpasang dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah kerja panas bumi (WKP) existing," jelas Haris.
 
Lebih lanjut kendati demikian rencana pengembangan ini masih terus dikaji ulang dnegan melihat dinamika pertumbuhan permintaan listrik yang saat ini terkoreksi 2,4 persen karena pandemi.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif