Ilustrasi. Foto: MI/Atet
Ilustrasi. Foto: MI/Atet

Kurangi Impor, Pemerintah Alokasikan Rp300 Triliun untuk Serap Produk Lokal

Ekonomi impor apbn Luhut Pandjaitan Media Group Konvergensi MGN
Suci Sedya Utami • 07 April 2021 12:54
Jakarta: Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah telah mengalokasikan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menyerap produk dalam negeri dalam proses pengadaan barang dan jasa belanja modal.
 
Ia mengatakan dari belanja modal dan belanja barang yang mencapai Rp1.300 triliun dalam APBN 2021, sebesar 23,1 persennya atau sekitar Rp300 triliun akan dialokasikan untuk mendorong pemanfaatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Tujuannya untuk menekan impor yang selama ini dilakukan.
 
"Kami sisir hampir Rp300 triliun bisa diproduksi di dalam negeri," kata Luhut dalam CEO MGN Summit, Rabu, 7 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luhut mengatakan salah satunya yang akan diakomodir di dalam negeri yakni alat kesehatan. Ia mengatakan selama ini banyak alat kesehatan yang pengadaannya berasal dari luar negeri, termasuk obat-obatan yang 90 persen bahan bakunya berasal dari impor.
 
Salah satunya parasetamol yang selama ini merupakan hasil impor. Hal ini disadari ketika covid-19 dan membuat negara-negara produsen parasetamol tidak bisa mengirimkan produknya.
 
"Akibat India lockdown, kita tahu obat parasetamol saja kita enggak punya. Akhirnya kita buat sendiri sekarang di kilang petrokimia Pertamina di Cilacap," ujar dia.
 
Selain obat-obatan, alat kesehatan yang juga diimpor Indonesia yakni jarum suntik. Hal ini yang mendorong pemerintah untuk mendorong produksi di dalam negeri.
 
Luhut menambahkan penggunaan TKDN dapat mengurangi impor nonmigas yang mencapai rata-rata USD34 miliar per tahun menurut daya 2016-2020. Apabila besarnya tersebut bisa diusahakan dari dalam negeri, maka akan mendorong industri nasional.
 
"Ini akan bisa kita manfaatkan untuk investasi dalam negeri," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif