Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud. Foto : RNI.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud. Foto : RNI.

Pembentukan Holding BUMN Pangan Pertimbangkan Berbagai Aspek

Ekonomi pertanian pangan Holding BUMN
Annisa ayu artanti, Arif Wicaksono • 12 November 2020 15:22
Jakarta: Rencana konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pangan melalui pembentukan Holding BUMN Pangan dinilai sudah melalui pertimbangan berbagai aspek.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, pada Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi BUMN Pangan, Kamis, 12 November 2020.
 
"Saya support karena saya pikir rancangan pembentukan holding konsolidasi BUMN ini sudah dengan pertimbangan berbagai hal, bukan hanya satu aspek tetapi juga berbagai aspek," ujar Musdhalifah, usai menjadi Keynote Speech dalam FGD dikutip dari keteranganya, Kamis 12 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Musdhalifah menambahkan pembentukan holding BUMN Pangan merupakan salah satu solusi untuk menguatkan peran BUMN untuk berkontribusi kepada negara, baik untuk mewujudkan ketahanan pangan maupun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
 
Ia pun menyinggung peran PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) sebagai calon holding BUMN Pangan. Menurutnya RNI dapat merangkul BUMN Pangan guna membantu mewujudkan target-target yang diharapkan dan bisa berkontribusi untuk rakyat dalam mewujudkan ketahanan pangan.
 
Dia berharap BUMN Pangan dapat segera menjalankan peran dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.
 
"Kita tidak bisa menunggu hasil kajian selesai, karena kita sudah putuskan holding segera beraksi. Segera lakukan peran-peran, apa yang dibutuhkan, mari kita berkonsolidasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, termasuk dengan sektor swasta. Peran swasta untuk mewujudkan inisiatif baru juga kita butuhkan," ujarnya.
 
Ia berpesan agar BUMN pangan dapat bekerja sama dengan semua aspek dan semua komponen, khususnya empat komponen utama untuk mendorong pembangunan, yaitu petani atau rakyat, BUMN, Pemerintah, dan swasta.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif