Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Pemerintah Bidik Penciptaan 300 Ribu Wirausahawan hingga Akhir 2022

Antara • 26 September 2022 08:29
Solo: Kementerian Koperasi dan UKM RI menargetkan penciptaan sebanyak 300 ribu wirausahawan baru hingga akhir 2022 guna memperkuat perekonomian dalam negeri. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan bersinergi dengan perguruan tinggi.
 
"Kami akan bersinergi dengan seluruh pemerintah daerah di Indonesia dan juga perguruan-perguruan tinggi yang sarjana-sarjana barunya menjadi entrepreneur," kata Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Irwansyah Putra, usai Kick of Road to Pahlawan Tumpuan Ekonomi Negeri di Solo, dilansir dari Antara, Senin, 26 September 2022.
 
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah mengatakan, salah satu upaya untuk mencapai target satu juta wirausahawan adalah dengan cara memberikan pendampingan dan konsultasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat saat ini banyak sekali wirausaha di sana yang mau tumbuh mulai dari wirausaha pemula menjadi mapan, namun butuh konsultasi dan pendampingan," tuturnya.
 
Ia mengatakan pada pendampingan tersebut nantinya para pelaku wirausaha akan didampingi oleh para ahli. Pihaknya mencatat pada tahun ini ada sekitar 6.000 calon wirausaha yang mendaftarkan diri untuk bisa memperoleh pendampingan dan konsultasi dari Kementerian Koperasi dan UKM.
Baca: Teten: Perikanan Indonesia Bagai Raksasa Tertidur!

Meski demikian, setelah melewati proses seleksi hanya terpilih sebanyak 3.100 calon wirausaha. Dari total yang terseleksi tersebut, 700 di antaranya ikut program konsultasi dan 2.400 mengikuti program pendampingan usaha.
 
Pada proses pendampingan, akan melibatkan sebanyak 17 konsultan yang selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan pelaku wirausaha. Selanjutnya, usai dilakukan pengembangan bisnisnya akan dibutuhkan akses pembiayaan. Oleh karena itu, pihaknya akan mempertemukan pelaku wirausaha dengan lembaga pembiayaan.
 
"Pada program ini nanti ada inkubasi, dia menjadi start up atau para calon wirausaha. Nanti setelah itu baru yang mulai membutuhkan biaya," katanya.
 
Ia berharap dengan adanya pendampingan maupun layanan konsultasi bisa menjadikan pelaku wirausaha naik kelas, yakni dari calon wirausaha menjadi wirausaha pemula. Selanjutnya, yang pemula bisa naik kelas menjadi lebih mapan.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif