Ilustrasi pakan ternak. Foto: Medcom.id.
Ilustrasi pakan ternak. Foto: Medcom.id.

Bank DBS Indonesia, Blibli, dan Magalarva Olah 13 Ton Sampah Makanan Menjadi Pakan Ternak

Antara • 07 September 2022 15:24
Jakarta: Bank DBS Indonesia, Blibli, dan Magalarva berkolaborasi melalui kampanye ‘More sustainability actions, less waste’ mengolah sampah makanan agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) guna menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Dalam kolaborasi ini, Magalarva mengumpulkan sampah makanan yang berada di gudang Blibli untuk diolah menjadi pakan ternak. Bank DBS Indonesia berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan Blibli dengan Magalarva sebagai wirausaha sosial mitra dari DBS Foundation.
 
Kerja sama ini dihadiri oleh Head of Group Marketing Strategic & Communications, PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, Senior Vice President Operations Logistic & Warehouse, Blibli Bayu Sudjono, dan Founder & CEO, Magalarva Rendria Labde.
 
baca juga: 116 Ton Sampah Diangkut di Taman Sari Setiap Hari

 Data dari Waste4Change 2021 menunjukkan angka kapasitas penampungan di seluruh TPA di Indonesia hampir penuh. Hal ini dipicu oleh masyarakat Indonesia yang membuang sampah makanan setidaknya sebesar 23-48 juta ton per tahun. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan tingkat pembuangan sampah tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 455,3 juta m3 per tahun dan menyumbang hampir 28 persen dari total seluruh sampah di provinsi Indonesia.
 
Head of Group Marketing Strategic & Communications, PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengungkapkan Bank DBS Indonesia terus berupaya menciptakan dampak jangka panjang demi keberlanjutan lingkungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami percaya setiap pihak memainkan peran yang sama pentingnya dalam bersama-sama mengurangi sampah makanan yang berdampak buruk bagi pemanasan global. Bekerja sama dengan mitra-mitra strategis memberikan kami harapan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mengurangi dampak emisi karbon demi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.” jelas dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 7 September 2022.
 
Melalui kolaborasi ini, Blibli menyerahkan makanan berlebih yang sudah kedaluwarsa berupa bahan pangan (groceries) termasuk makanan dalam kemasan seperti biskuit, sereal, mi instan, tepung bumbu, saos, kental manis, teh, kopi, susu bubuk, susu cair, dan bahan olahan dan lainnya.
 
Bahan pangan yang telah kedaluwarsa ini akan diangkut secara berkala oleh Magalarva dari tiga gudang Blibli yang berlokasi di Bogor, Tangerang, dan Bekasi untuk kemudian diolah menjadi pakan ternak ikan dan udang. Tidak hanya menyelamatkan sekitar 13 ton sampah makanan, kolaborasi ini dapat menghasilkan pakan ternak sebesar lima ton yang akan diserap oleh para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia.
 
Senior Vice President Operations Logistic & Warehouse Blibli Bayu Sudjono menyambut baik kerja sama pendaurulangan limbah makanan ini menjadi pakan ternak, sehingga dapat memberikan manfaat bagi para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia.
 
Selain itu, pengelolaan limbah makanan ini juga turut mengoptimalkan penyimpanan barang di gudang Blibli sehingga lebih efisien. Kolaborasi Blibli bersama Bank DBS Indonesia dalam gerakan #MakanTanpaSisa ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas dalam menerapkan gaya hidup eco-conscious.
 
Sebagai mitra dalam kerja sama ini, Magalarva merupakan wirausaha sosial yang bergerak di bidang pakan ternak berkelanjutan dengan mengolah limbah organik menggunakan larva Black Soldier Fly sehingga berkontribusi pada ekonomi sirkular. Black Soldier Fly Larvae (BSFL) merupakan sumber protein yang lebih berkelanjutan dan efisien. Magalarva memiliki beberapa produk seperti protein serangga untuk pakan ternak, minyak serangga, dan pupuk organik.
 
“Kolaborasi pengolahan sampah makanan bersama Bank DBS Indonesia dan Blibli adalah langkah baik untuk penyelamatan lingkungan. Sejak berdiri pada tahun 2017, Magalarva bergerak untuk menutup lingkaran konsumsi dengan menghilangkan penumpukan sampah organik untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Kini setiap harinya kami bisa mengolah setidaknya 10 ton sampah makanan di Indonesia menjadi produk berkelanjutan, seperti pakan ternak ikan dan udang. Lewat kolaborasi ini Magalarva berharap akan ada semakin banyak pihak yang sadar akan pentingnya pengolahan limbah makanan,” papar Founder & CEO, Magalarva Rendria Labde.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif