Pemerintah menegaskan harga BBM jenis ini ditentukan berdasarkan mekanisme pasar dan perhitungan keekonomian.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan perubahan harga minyak global akan berdampak langsung pada harga BBM non-subsidi di dalam negeri.
| Baca juga: Harga Minyak WTI Masih Tertekan, Dolar AS dan Sentimen Global Jadi Beban Pasar |
Karena itu, ketika harga minyak mentah mengalami penurunan, harga jual BBM non-subsidi juga berpotensi disesuaikan ke level yang lebih rendah.
Menurut Anggia, prinsip yang digunakan dalam penetapan harga berlaku dua arah.
Saat harga minyak dunia naik, harga BBM non-subsidi akan terdorong meningkat mengikuti biaya produksi dan distribusi. Sebaliknya, jika harga minyak melemah, maka ruang untuk penurunan harga juga terbuka.
Ia mengatakan pemerintah selama ini berupaya menjaga stabilitas harga energi guna melindungi daya beli masyarakat. Bahkan, pemerintah bersama badan usaha milik negara (BUMN) dan perusahaan swasta sempat membahas langkah-langkah untuk menahan kenaikan harga BBM non-subsidi ketika pasar energi global bergejolak.
Namun, di tengah fluktuasi harga minyak yang terus berubah, pelaku usaha tetap harus memperhitungkan aspek keekonomian dalam menentukan harga jual. Oleh sebab itu, penyesuaian harga dinilai menjadi langkah yang sulit dihindari ketika terjadi perubahan signifikan pada harga minyak mentah dunia.
Anggia juga mengingatkan masyarakat untuk membedakan antara BBM subsidi dan non-subsidi. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar subsidi sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, produk BBM non-subsidi, termasuk Pertamax dan Dex Series, akan terus mengikuti perkembangan harga energi global serta kondisi pasar yang berlaku. Dengan demikian, arah pergerakan harga minyak dunia akan menjadi faktor utama yang menentukan kemungkinan kenaikan maupun penurunan harga BBM non-subsidi di Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda