Mardani H Maming hadir secara daring di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. FOTO: Kuasa hukum Mardani, Irfan Idham.
Mardani H Maming hadir secara daring di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. FOTO: Kuasa hukum Mardani, Irfan Idham.

Ketua Umum Hipmi Siap Beri Kesaksian terkait Dugaan Kasus Suap

Ekonomi Kasus Suap Dunia Usaha hipmi
Angga Bratadharma • 19 April 2022 09:28
Jakarta: Ketua Umum Hipmi, sekaligus Bendahara Umum PBNU, Mardani H Maming siap untuk memberikan kesaksian terkait dugaan kasus yang menjerat mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo. Hal itu saat dirinya hadir secara daring di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.
 
Dalam sidang itu, Mardani H Maming hadir secara daring bersama tiga orang saksi lainnya, yakni Lena Komala, Miranti, dan Silhon Junior. Adapun dua orang saksi fakta yang hadir fisik di Pengadilan Tipikor Banjarmasin adalah Muhammad Suhairin dan Artika.
 
Saat persidangan, majelis hakim meminta Mardani untuk dapat hadir secara offline, yang akan diagendakan pada Senin, 25 April 2022, pekan depan. "Bapak Mardani kooperatif memenuhi panggilan sebagai saksi namun majelis hakim tetap meminta kehadiran beliau secara offline," kata Kuasa hukum Mardani, Irfan Idham, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Irfan, Mardani punya komitmen untuk hadir, namun saat ini beliau sedang berada di Singapura untuk menghadiri undangan kegiatan Hipmi. Irfan menyampaikan, kehadiran Mardani secara daring juga telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak Kejaksaan.
 
"Kami sudah berkoordinasi dan telah mendapat persetujuan untuk hadir secara daring sehingga kami telah memenuhi kewajiban hukum kami. Apalagi hak ini juga dimungkinkan dalam ketentuan. Setahu kami pada sidang minggu lalu majelis hakim juga memperbolehkan Mardani untuk hadir secara daring, mengingat kesibukan beliau,” tambahnya.

Menandatangani berita acara

Irfan menambahkan, Mardani juga telah menandatangani berita acara di bawah sumpah di mana Mardani pernah diperiksa dan diambil keterangannya sebagai saksi dalam proses penyidikan kasus ini di Kejaksaan Agung. "Berdasarkan pasal 119 Jo. pasal 179 KUHAP, Bapak Mardani telah menyatakan keterangan yang sebenar-benarnya," tuturnya.
 
Ia menegaskan, kliennya tidak mengetahui apalagi sampai menerima aliran dari dugaan gratifikasi Dwidjono. Menurutnya pokok perkara kasus dugaan suap yang menjerat Dwidjono yakni gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hal itu berasal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
 
Menurutnya, kasus tersebut murni diduga merupakan perbuatan terdakwa Dwidjono selaku Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu. "Menurut kami ini murni perbuatan Pak Dwi . Jadi kami tidak setuju juga kalau misalnya atas kasus tersebut ada pemberitaan-pemberitaan yang beredar bahwa ini ada kaitannya dengan klien kami (Mardani),” pungkas Irfan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif